Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Dursasana Gugur Part 3, Pelampiasan Dendam atas Gugurnya Sang Putra di Medan Laga Baratayudha

Ki Damar • Jumat, 16 Mei 2025 | 01:15 WIB
Ilustrasi lakon wayang Dursasana Gugur
Ilustrasi lakon wayang Dursasana Gugur

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DI sebuah hutan, Bima bersandar sejenak di bawah pohon besar. Tiba-tiba, ia terjatuh terkena lemparan candrasa milik Dursasana yang mengetahui Bima sedang lengah.

Bima bangkit dan melihat Dursasana. Seketika hatinya bergelora.

Ia merasa seperti anak kecil mendapat mainan baru. Ini kesempatan untuk melampiaskan dendam atas kematian anaknya di medan laga Baratayudha.

Ia berdiri, mengencangkan pakaiannya, dan siap bertempur. Kelelahan fisik dan batin yang ia rasakan berganti dengan kesegaran dari semangat yang menyala.

Ia melompat ke arah suara sesumbar Dursasana.

Dursasana senang melihat Bima menghadang.

“Hai Werkudara, rupanya kamu di sini! Tak perlu repot-repot mencarimu di antara ribuan manusia. Sekalian aku hendak membalaskan kematian anakku, Dursala, oleh anakmu Gatutkaca!”

“Apa maumu?” sahut Bima dingin. “Sekarang atau nanti, di Palagan Kurusetra atau di sini, sama saja. Saatnya kita mengadu kesaktian. Siapa yang paling kuat di antara kita berdua!”

Dursasana percaya, jika berhasil merobohkan Werkudara, ia akan menjadi pahlawan Kurawa.

(*/naz)

Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dursasana #Baratayudha #Lakon #wayang