Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Dursasana Gugur Part 4, Taktik Baru Melawan Satria Terkuat di Perang Baratayudha

Ki Damar • Jumat, 16 Mei 2025 | 01:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Dursasana Gugur
Ilustrasi lakon wayang Dursasana Gugur

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“WASPADALAH, ayo kita mulai!” seru Bima bersiaga.

Pertarungan antara tokoh Pandawa dan Kurawa itupun dimulai. Kaki kanan Dursasana menendang ke arah dada Bima, namun dielakkan dengan gerakan memiringkan badan.

Dursasana menarik serangannya dan mencoba menyapu pundak Bima dengan tangan kirinya.

Gerakan itu ditangkis Bima dengan tangan kanan.

“Hehe, kekuatanmu bagus juga. Tapi jangan bangga dulu. Sekarang giliranmu yang menerima seranganku,” kata Dursasana.

“Jangan banyak omong! Rasakan tapak kakiku!” bentak Bima sambil bersiap.

Kali ini, kaki kanan Bima menghantam dada Dursasana.

Dursasana menangkis dengan kedua tangan, namun Bima menambah tekanan hingga Dursasana kesulitan menahan.

Dursasana mencoba bertahan dengan limpung, lalu beralih menggunakan gada.

Werkudara melayani perlawanan itu dengan kuku Pancanaka dan gada Lukitasari.

Ia tenang dan mantap menghadapi serangan bertubi-tubi. Dursasana, meski mengerahkan seluruh kesaktiannya, tetap tak mampu menggoyahkan keteguhan Bima.

Frustrasi, Dursasana mencoba menguras tenaga sang satria terkuat di medan Perang Baratayudha itu dengan taktik baru.

(*/naz)

Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dursasana #Baratayudha #Lakon #wayang