Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Durna Lena Part 1, Amarah Drupadi Menyengat Para Pandawa

Ki Damar • Kamis, 22 Mei 2025 | 22:15 WIB
Ilustrasi lakon wayang Durna Lena
Ilustrasi lakon wayang Durna Lena

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

PERANG Baratayudha masih berlangsung sengit. Resi Durna kini bertindak sebagai senopati utama pasukan Kurawa.

Sang guru baru saja menebar duka dengan membunuh Prabu Drupada, Raja Pancala sekaligus ayah mertua para Pandawa.

Duka mendalam menyelimuti Puntadewa yang kehilangan mertuanya. Isak tangis Drupadi, istrinya, terus terngiang di telinga sulung Pandawa itu.

“Bagaimana aku bisa tenang, ketika pembunuh ayahku masih hidup dan berkuasa di Tegal Kurusetra?” ratap Drupadi penuh luka.

Baca Juga: Tony Pegawai Komdigi Diduga Terima Rp 49 M dari Situs Judi Online! Disimpan di Apartemen Slipi dan Kebon Jeruk

“Tenanglah, istriku. Aku bersumpah akan membuat Kurawa, terutama Guru Durna, membayar atas apa yang telah mereka perbuat pada Kanjeng Rama Drupada,” ujar Puntadewa mantap.

Namun Drupadi menatap suaminya penuh keraguan.

“Bagaimana kau bisa membalas, sedangkan sejak perang dimulai kau hanya diam? Bisakah kau benar-benar mewujudkan dendamku terhadap Kurawa, terutama terhadap Guru Durna?” tanyanya getir.

Trustajumena, adik Drupadi, selalu siaga di sisi sang kakak, khawatir akan kondisi fisik dan jiwanya.

Baca Juga: Lakon Wayang Dewi Murdaningsih Part 1, Inikah Arjuna yang Menginspirasi Banyak Puisi Cinta?

“Duh Kakang Mbok Drupadi, Paduka harus kuat! Jika Kaka Prabu Puntadewa tak mampu melawan Guru Durna, maka aku siap menjadi wakil untuk menuntaskan dendam dan membunuh Pandita Sokalima itu,” ucap Trustajumena tegas.

Drupadi mengangguk, penuh harap dan luka.

“Trustajumena, aku titipkan dendam ini padamu. Dari semua anak Prabu Drupada, hanya kau yang laki-laki. Tunjukkan jiwa keprajuritanmu! Tegakkan harga diri Pancala. Jadilah lelaki sejati yang berani bertanggung jawab dan memegang teguh martabat, bukan lelaki yang lemah seperti perempuan!”

Ucapan Drupadi itu menyengat Puntadewa, membuatnya merasa disindir keras. Dengan hati yang terbakar, Puntadewa segera mengenakan baju perang dan melangkah ke medan tempur.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #Durna #Baratayudha #Lakon #wayang