SIAPA tak kenal Dewi Srikandi. Ia adalah putri dari Prabu Drupada dan Dewi Gandawati, berasal dari Kerajaan Pancala.
Srikandi dikenal sebagai perempuan berwajah cantik, bertubuh tinggi, berkulit kuning langsat, dan bertubuh padat berisi.
Srikandi memiliki karakter yang kuat dan tegas, layaknya seorang lelaki. Sorot matanya tajam, hidungnya mancung, menjadikannya idaman banyak kesatria.
Baca Juga: Lakon Wayang Dewi Murdaningsih Part 1, Inikah Arjuna yang Menginspirasi Banyak Puisi Cinta?
Salah satu pria yang jatuh hati padanya adalah Prabu Jungkungmardea, Raja Paranggubarja. Namun Srikandi tidak menaruh hati padanya.
Ia telah jatuh cinta kepada Arjuna, panengah Pandawa.
Perkenalan Srikandi dengan Arjuna bermula saat ia menyaksikan pernikahan kakaknya, Dewi Drupadi, dengan Prabu Puntadewa, raja Amarta sekaligus kakak Arjuna.
Pertemuan mereka berlanjut saat Srikandi menghadiri pernikahan Arjuna dengan Subadra. Meski mengetahui bahwa Arjuna telah menikah, rasa cinta Srikandi tak luntur.
Ia terpikat oleh kepandaian Arjuna memanah dan reputasinya sebagai kesatria besar yang terkenal di jagat dan kahyangan.
Ia bahkan tak memperdulikan status Arjuna sebagai suami orang, dan berusaha menggoda Permadi (nama muda Arjuna) agar bersedia menerima dirinya sebagai istri kedua.
Baca Juga: Hasil Persik Kediri vs Borneo FC di BRI Liga 1 Hari Ini: Macan Putih Tertinggal 0-2 di Babak Pertama
Demi mendapatkan Arjuna, Srikandi mengadakan sayembara: barang siapa mampu membangun taman Maerakaca, maka akan ia nikahi.
Banyak satria mencoba, termasuk Prabu Jungkungmardea, namun hanya Arjuna yang berhasil menyelesaikan tugas itu. Ia bahkan mengalahkan Prabu Jungkungmardea.
Prabu Drupada sangat senang dengan keberhasilan Arjuna. Maka, ia pun menikahkan anaknya, Dewi Srikandi, dengan Raden Janaka, nama lain dari Arjuna.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani