Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sisi Kelam Kresna yang Jarang Diketahui Penggemar Cerita Wayang, Salah Satunya Menumbalkan Keponakan Sendiri

Ki Damar • Minggu, 25 Mei 2025 | 00:40 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Kresna
Ilustrasi tokoh wayang Kresna

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

SRI Kresna memang dikenal sebagai raja bijak dan pembela Pandawa. Namun di balik segala pujian, ada sisi kelam dari tindakannya yang jarang disorot.

Dalam perang Baratayudha, ia pernah mengambil keputusan strategis yang mengorbankan orang-orang terdekatnya sendiri demi kemenangan besar Pandawa.

Salah satu kisah yang paling memilukan adalah ketika Gatutkaca dijadikan tumbal perang.

Perang Baratayudha seharusnya suci dan penuh aturan. Namun Karna, Adipati Awangga, mengubah siasat.

Ia memerintahkan pasukan Awangga untuk menyerang pesanggrahan Pandawa di malam hari, melanggar janji dan norma perang.

Pandawa tak siap. Banyak prajurit gugur karena serangan mendadak ini.

Dalam kekacauan itu, Werkudara dan Arjuna sedang bertempur jauh di Segara Kidul dan Segara Lor.

Puntadewa bingung, tak tahu harus bertindak bagaimana. Maka dipanggillah Prabu Kresna dan Prabu Matsapati untuk mengatasi krisis mendadak ini.

Kresna Menyuruh Gatutkaca Maju Melawan Karna

Dalam rapat darurat, Kresna menunjuk Gatutkaca sebagai panglima tempur malam itu.

Alasannya, hanya Gatutkaca dari Pringgondani yang mampu bertarung dalam gelap. Ia diperintahkan menghadang Basukarna (Karna), sang raja Awangga.

Kresna Tahu Gatutkaca Akan Mati

Keputusan ini kontroversial. Kresna tahu dengan pasti bahwa Karna memiliki senjata pamungkas Kunta Wijayacapa yang memang ditakdirkan membunuh Gatutkaca.

Namun demi strategi, Kresna tetap membiarkannya berangkat ke medan laga.

Arimbi Ingin Mencegah Tapi Tak Kuasa

Arimbi, ibu Gatutkaca, merasakan firasat buruk. Ia tahu bahwa anaknya sedang dijadikan tumbal.

Tapi ketika ia ingin mencegah, Gatutkaca malah meyakinkan ibunya bahwa ia siap dan bangga bertempur. Arimbi akhirnya terdiam dalam kepiluan.

Gatutkaca Tahu Dirinya Tak Akan Menang

Meski penuh semangat, dalam hati kecil Gatutkaca sadar bahwa ia tak bisa menandingi Basukarna.

Tapi tugas telah diterima, dan pantang bagi seorang ksatria mundur dari pertempuran, meski tahu ajal telah menanti.

Kresna Mengorbankan Tetuka Demi Kemenangan

Benar saja, Gatutkaca gugur setelah terkena panah Kunta Wijayacapa tepat di pusarnya. Sri Kresna yang menyusun siasat itu harus mengorbankan Gatutkaca sebagai tumbal perang.

Demi kemenangan Pandawa, nyawa keponakan pun rela dikorbankan.

Sri Kresna mungkin raja agung, tetapi ia juga politisi besar. Demi kemenangan Pandawa, ia harus membuat pilihan yang terkadang kejam dan tidak manusiawi.

Kisah Gatutkaca menjadi bukti bahwa kebaikan Kresna juga menyimpan luka dalam.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #Kresna #Baratayudha #Tokoh #wayang