Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
PARA Pandawa sukses membangun sebuah kerajaan baru bernama Amarta (atau Indraprasta), yang megah dan damai.
Kejayaan itu membuat Duryudana iri dan sakit hati, sebab kerajaan itu menyaingi kemegahan Hastinapura.
Ia pun memerintahkan pamannya, Patih Sengkuni, untuk mencari cara agar Pandawa kehilangan segalanya.
Sengkuni, dengan kelicikannya, merancang strategi dengan memanfaatkan kelemahan manusia: perjudian.
Ia tahu bahwa orang bisa hancur hanya karena dadu. Maka dibuatlah sayembara permainan dadu antara Pandawa dan Kurawa, dengan taruhan harta, tahta, hingga harga diri.
Namun, tak hanya itu. Sengkuni menyiapkan dadu gaib yang bisa dikendalikan oleh Duryudana.
Dadu ini akan menuruti ucapan Duryudana, sehingga tampak seolah kemenangan selalu di pihak Kurawa.
Permainan pun dimulai. Awalnya Duryudana kalah dan kehilangan semua taruhan. Namun saat marah dan frustrasi, Sengkuni menyuruhnya tetap tenang.
Pada lemparan berikutnya, Sengkuni secara diam-diam menyenggol dadu saat Pandawa unggul.
Dadu pun berubah arah, dan kemenangan kembali ke tangan Kurawa.
Klimaks dari permainan ini adalah saat Puntadewa—terjebak dalam sumpah ksatria—menyetujui taruhan terakhir: seluruh kerajaan Amarta.
Sengkuni memanfaatkan celah itu, dan dengan tipu daya dadu, Pandawa akhirnya kalah. Mereka terusir dan hidup sebagai gelandangan, sementara Kurawa mengambil alih Amarta.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani