Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerita Silat Palagan Lawu Wilis 121, Dua Pesilat Ponorogo Beda Prinsip SIlat Bertarung Buktikan Kekuatan

Deni Kurniawan • Rabu, 28 Mei 2025 | 03:44 WIB
Ilustrasi pertarungan dua pesilat Ponorogo, Agni Dahana dan Raka Setra, dalam cerita silat Palagan Lawu Wilis.
Ilustrasi pertarungan dua pesilat Ponorogo, Agni Dahana dan Raka Setra, dalam cerita silat Palagan Lawu Wilis.

PERANG urat antara dua pesilat satu perguruan tak berujung titik temu. Jalan bebatuan di perbatasan akan menjadi arena tarung dua pesilat Ponorogo.

Agni Dahana dan Raka Setra bersiap menuliskan cerita silat baru dengan jurus-jurus yang dipelajari bersama dari satu guru.

Keduanya kini memiliki prinsip silat yang berbeda.

Agni si pesilat Palagan Lawu Wilis berpihak ke rakyat.

Sementara Raka, dibutakan oleh janji manis ketua daerah.

Kini, Raka Setra melancarkan sebuah pukulan.

Jurus silat yang mengandalkan dua hantaman menyilang.

Satu keplan di bawah, satu lagi di atas. Gerakannya cepat, penuh letupan tenaga dalam.

Agni Dahana menghindar dengan melompat ke samping, lalu menyerang balik.

Pukulan demi pukulan, tendangan, dan kuncian, silih berganti dikeluarkan dua pesilat penuh cerita silat itu.

Tubuh mereka seolah melayang di udara. Berputar dan saling menyambar.

Pertarungan berlangsung sengit. Api dari kaki dan tangan mereka seperti benar-benar membelah udara.

Namun, sejatinya Agni bertarung bukan dengan amarah. Dia cenderung menunggu serangan.

Sedangkan Raka, benar-benar ingin menghabisi Agni.

Itu agar pesilat cerita silat di Ponorogo berubah, supaya dia menjadi pesilat nomor satu di daerah tersebut. (*)

*Penulis bekerja di Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#Prinsip #silat #Cerita Silat #Raka Setra #Agni Dahana #pesilat #Palagan Lawu Wilis #ponorogo