Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kisah Tragis Salya: Dituduh Bunuh Mertua Padahal Hanya Menerima Warisan Ilmu

Ki Damar • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:50 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Salya
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Salya

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

SALYA, yang di masa mudanya bernama Raden Narasoma, adalah putra Prabu Mandrapati dari Mandaraka dan Dewi Tejawati.

Sebagai putra mahkota, ia dijadwalkan untuk naik takhta menggantikan sang ayah. Namun secara mengejutkan, Narasoma menolak.

"Aku belum layak menjadi raja," katanya. "Ilmu kanuragan, pengetahuan, dan kebatinanku masih jauh dari sempurna."

Penolakan itu membuat Prabu Mandrapati murka. Ia menganggap anaknya durhaka.

Narasoma pun pergi dari istana, meninggalkan kerajaannya untuk mencari jati diri di hutan belantara.

Dalam perjalanannya, Narasoma bertemu seorang pandita tua dari Pertapaan Argabelah, yakni Begawan Bagaspati.

Sang resi meminta Narasoma datang ke pertapaan karena putrinya jatuh cinta kepada sang pangeran.

Awalnya, Narasoma menolak karena ia belum pernah mengenal sang gadis. Namun Begawan Bagaspati tetap membawanya ke pertapaan.

Saat bertemu Dewi Pujawati, putri Bagaspati, hati Narasoma luluh. Ia pun bersedia menikahi Pujawati, bukan karena paksaan, melainkan karena ketulusan.

Sebagai wujud terima kasih karena telah menerima anaknya, Begawan Bagaspati menghadiahkan Aji Candabirawa kepada Narasoma.

Baca Juga: Jogja-Lampung Anti Pegal Naik Sleeper Bus! Simak Kombinasi PO yang Bisa Dipilih, Cukup Sekali Transit di Jakarta

Ajian sakti ini membuat tubuh pemiliknya tak terluka senjata dan bisa menghadirkan ribuan raksasa sebagai bala bantuan.

Setelah mentransfer ilmunya, sang begawan lalu muksa—menghilang secara gaib, meninggalkan dunia fana.

Namun, sejak itu desas-desus menyebar luas: Raden Narasoma dituduh membunuh mertuanya demi mendapatkan ilmu sakti. Sebuah fitnah keji yang tak pernah terbantahkan.

Di balik gelar raja dan panglima besar yang kelak ia sandang dengan nama Prabu Salya, tersimpan luka karena disalahpahami oleh dunia.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#begawan #salya #Tokoh #wayang