Jawa Pos Radar Madiun – Dalam dunia wayang, nama Yudhistira atau Puntadewa dikenal sebagai sosok pemimpin bijak, tenang, dan berintegritas tinggi.
Ia adalah sulung dari Pandawa yang memimpin dengan hati, bukan hanya dengan kekuatan.
Menariknya, sosok ini kini seperti menjelma ke lapangan hijau dalam diri Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia.
Jay Idzes adalah pemimpin lini belakang yang tak banyak bicara, tapi selalu hadir tepat waktu, tepat posisi, dan membawa aura tenang.
Sama seperti Yudhistira yang menjadi panutan Pandawa dalam menghadapi segala cobaan, Idzes juga menjadi pilar pertahanan sekaligus motivator di lapangan bagi skuad Garuda.
Ketenangan dan Kecerdasan Strategis
Yudhistira dikenal bukan karena ototnya, tapi karena akalnya.
Ia selalu berpikir panjang, tidak terburu-buru, dan menempatkan kebenaran sebagai pedoman.
Karakter ini terlihat jelas dalam gaya main Jay Idzes bersama timnas.
Sebagai bek tengah yang menjadi kapten, ia jarang terpancing emosi, selalu tenang membaca arah permainan, dan piawai menjaga ritme bertahan.
Dalam laga-laga besar, Idzes kerap menjadi pemain paling disiplin, tidak banyak melakukan pelanggaran, tapi mampu mematikan pergerakan striker lawan.
Kepemimpinannya tidak meledak-ledak, tapi mampu menyatukan lini belakang dan menularkan rasa percaya diri ke seluruh tim.
Baca Juga: Ensiklopedi Wayang: Mimpi Sebelum Muksa, Pertanda Jelang Kepergian Para Pandawa
Aura Keteladanan di Tengah Kekacauan
Saat tim sedang dalam tekanan, seperti saat menghadapi tekanan suporter lawan atau tertinggal dalam skor, Jay Idzes tetap tegak.
Ia tidak larut dalam kepanikan dan selalu menyemangati rekan setimnya, seperti Yudhistira yang tetap memelihara ketenangan bahkan di pengasingan hutan.
Tak heran jika pelatih Patrick Kluivert mempercayakan ban kapten kepadanya.
Sama seperti Pandawa yang memerlukan Yudhistira sebagai penyeimbang, Timnas Indonesia membutuhkan Idzes sebagai jangkar kepemimpinan di dalam maupun luar lapangan.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani