Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sumpah Drupadi Jadi Awal Mula Perang Baratayudha dan Kutukan Berdarah untuk Dursasana dan Sakuni

Ki Damar • Jumat, 6 Juni 2025 | 02:25 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Drupadi
Ilustrasi tokoh wayang Drupadi

 Jawa Pos Radar Madiun – Kisah tragis dalam dunia pewayangan kembali tergambar jelas dalam peristiwa sumpah Drupadi, sebuah babak penting yang menjadi pemicu utama Perang Baratayudha.

Peristiwa ini tak hanya mencerminkan penghinaan terhadap Pandawa, tetapi juga menampilkan kemarahan para perempuan utama Pandawa yang memunculkan kutukan dan dendam berdarah.

Cerita bermula saat Duryudana dan para Korawa datang ke Kerajaan Amarta atas undangan Yudhisthira.

Patih Sakuni, licik dan penuh siasat, menjadi penyelenggara permainan dadu.

Dalam permainan itu, Yudhisthira terus menerus kalah. Semua kekayaan dan harta Pandawa habis dijadikan taruhan.

Puncaknya, kekalahan itu membuat Kerajaan Amarta direbut, bahkan istri dan ibunda Pandawa pun tidak luput dari penghinaan.

Dalam kondisi kehilangan segalanya, Patih Sakuni berniat memboyong Dewi Kunthi, ibu Pandawa.

Ia bahkan menarik kain kemben Kunthi dengan maksud mempermalukannya.

Lebih menyakitkan lagi, Dursasana (adik Duryudana) menyeret Drupadi, sang istri para Pandawa, secara paksa.

Drupadi dan Kunthi menjerit. Tangis dan jeritan mereka terdengar hingga ke telinga Bima dan Arjuna.

Kutukan dan Sumpah Drupadi: "Aku Tidak Akan Bersanggul Sebelum Memandikan Diri dengan Darah Dursasana".

Dalam kemarahannya, Kunthi bersumpah tidak akan mengenakan kain penutup dada sampai kukitnya mandi darah dari sang penjahat Kurawa.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

 

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #yudhistira #Pandawa #Drupadi #Baratayudha #wayang