Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jarang Disebut dalam Cerita Wayang, Inilah Kisah Tragis Bambang Sumitra: Putra Arjuna yang Gugur Demi Melindungi Abimanyu

Ki Damar • Minggu, 8 Juni 2025 | 02:55 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Bambang Sumitra
Ilustrasi tokoh wayang Bambang Sumitra

Jawa Pos Radar Madiun – Di antara nama-nama putra Arjuna yang populer seperti Abimanyu dan Prabakusuma, ada satu nama yang jarang disebut tetapi menyimpan kisah kepahlawanan yang pilu: Bambang Sumitra.

Ia adalah putra Arjuna dari pernikahannya dengan Dewi Rarasati atau Larasati, putri Prabu Bismaka dari kerajaan Kundina.

Meski tak setenar saudara-saudaranya, Sumitra adalah salah satu pemuda gagah yang turun ke medan perang Baratayudha, berjuang bersama para Pandawa untuk menegakkan dharma.

Gugur dalam Barisan Pengawal Abimanyu

Dalam kisah pewayangan versi pedalangan Jawa, Sumitra disebut sebagai pengemudi kereta perang Abimanyu saat memasuki medan laga pada hari ketiga belas Baratayudha.

Ia bukan sekadar kusir, tetapi juga sahabat seperjuangan.

Sayangnya, keberanian Sumitra harus berakhir tragis. Ia gugur terkena panah Begawan Drona, sang guru besar Kurawa.

Dalam versi lain, disebutkan bahwa Sumitra dibunuh oleh Karna sebagai strategi untuk melemahkan semangat tempur Abimanyu.

Strategi licik itu memang berhasil membuat Abimanyu terguncang.

Ia kemudian menyerbu barisan Kurawa tanpa perhitungan matang, hingga akhirnya tewas secara tragis setelah dikepung beramai-ramai.

Peran yang Kerap Dilupakan

Beberapa pakem wayang bahkan menyebutkan peran Sumitra bukan sebagai kusir, melainkan perawat kuda Abimanyu.

Sedangkan tokoh yang menjadi kusir dalam versi lain adalah Brantalaras. Perbedaan ini lazim dalam dunia pedalangan yang sangat kaya tafsir.

Meski begitu, kematian Sumitra tetap menjadi titik balik emosional dalam lakon "Abimanyu Gugur".

Banyak dalang legendaris seperti Ki Anom Suroto, Ki Manteb Soedharsono, dan Ki Cahya Kuntadi sepakat menyebut peran Bambang Sumitra sangat penting, meski tidak menonjol.

Sumitra adalah gambaran dari kepahlawanan yang sunyi. Ia tidak meninggalkan nama besar atau warisan panjang dalam kisah wayang.

Namun, kesetiaannya pada Abimanyu dan keberaniannya di medan perang menempatkannya sebagai pahlawan sejati, yang rela mati bukan untuk kemuliaan pribadi, tetapi untuk kejayaan dharma.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#abimanyu #Baratayudha #Tokoh #arjuna #wayang #Cerita