Jawa Pos Radar Madiun - Dewi Kunti, sosok ibu dari para Pandawa dalam Mahabharata, ternyata memiliki kisah masa muda yang tak kalah dramatis dan menentukan arah hidupnya kelak.
Nama aslinya adalah Dewi Prita, putri Raja Mandura dari bangsa Yadawa, saudara dari Basudewa, ayah Kresna.
Dewi Prita diadopsi oleh Raja Kuntiboja, sepupunya yang tak memiliki keturunan. Sejak saat itu, ia dikenal dengan nama Dewi Kunti, putri angkat dari kerajaan Kuntiboja.
Pada masa remajanya, Dewi Kunti mendapat tugas untuk melayani tamu agung, seorang resi sakti bernama Begawan Druwasa.
Sang begawan dikenal memiliki kesaktian luar biasa dan temperamen tinggi.
Namun Kunti muda, dengan kesabaran dan ketulusan hatinya, merawat dan melayani sang resi selama setahun penuh tanpa mengeluh.
Melihat pengabdian yang luar biasa dari gadis muda itu, Begawan Druwasa pun merasa tersentuh.
Ia menghadiahi Kunti sebuah mantra pemanggil dewa.
Mantra itu bukan sembarangan. Barang siapa mengucapkannya, maka dewa yang disebut namanya akan datang dan memberi seorang anak dengan sifat dan kemuliaan yang setara dengan sang dewa.
Karena masih anak-anak dan diliputi rasa penasaran, Kunti mencoba mengucapkan mantra itu sembari memanggil nama Dewa Surya, dewa matahari yang dikaguminya.
Tanpa ia duga, Dewa Surya benar-benar datang. Sang dewa pun terkejut karena pemanggilnya adalah seorang gadis belia.
Meski awalnya menolak, karena kekuatan mantra itu tak bisa dibatalkan, Dewa Surya pun memberikan "anugerah" berupa seorang putra yang kelak dikenal sebagai Karna.
Kelahiran Karna menjadi rahasia besar dalam hidup Kunti. Karena belum menikah dan takut akan aib, bayi itu terpaksa dilarung ke sungai.
Namun takdir berkata lain. Karna justru tumbuh menjadi kesatria hebat dan menjadi lawan utama anak-anak Kunti dalam perang Bharatayuda.
Kisah ini menunjukkan bahwa keputusan kecil yang dilakukan di usia muda dapat membawa dampak besar pada masa depan. Kunti muda yang hanya mencoba mantra, justru membuka babak penting dalam epos Mahabharata. (*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani