Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tragedi Karna, Anak Dewa Batara Surya yang Dibuang Dewi Kunti

Ki Damar • Senin, 9 Juni 2025 | 03:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Basukarna ahli memanah
Ilustrasi tokoh wayang Basukarna ahli memanah

Jawa Pos Radar Madiun - Kisah Dewi Kunti dan Dewa Surya menjadi salah satu episode paling mengharukan dan tragis dalam dunia pewayangan Mahabharata.

Bermula dari keisengan khas remaja, Kunti muda (yang kala itu masih bernama Dewi Prita) mencoba mantra sakti pemberian Resi Druwasa.

Mantra itu bisa memanggil siapa saja dari golongan dewa untuk datang dan memberinya keturunan.

Saat dibaca di dalam kamar, mantra itu justru mendatangkan dewa Batara Surya, dewa matahari, yang bersinar terang di hadapan sang gadis kecil.

Dewa Surya pun terkejut karena ternyata pemanggilnya adalah seorang gadis di bawah umur.

Namun, karena hukum dewata bersifat mutlak dan tidak bisa dibatalkan, maka Kunti pun harus mengandung anak Batara Surya.

Mengetahui kehamilan itu terjadi tanpa ikatan pernikahan, Dewi Kunti menangis memohon agar keperawanannya tetap utuh agar tak menjadi bahan olokan masyarakat.

Atas dasar belas kasih, Dewa Surya mengabulkan permohonannya. Ia melahirkan bayi tersebut bukan dari rahim, melainkan dari telinga.

Bayi itu kemudian diberi nama Karna, yang dalam bahasa Sanskerta berarti "telinga".

Ia lahir dengan rompi emas bawaan dari surga yang tak bisa ditembus senjata apa pun, serta tubuh yang bercahaya seperti ayahnya, Dewa Surya.

Namun, karena malu dan takut menjadi aib keluarga, Dewi Kunti pun mengambil keputusan tragis: membuang bayi Karna ke sungai dalam sebuah peti kecil.

Inilah dosa besar yang terus menghantui Kunti seumur hidupnya.

Dalam cerita Mahabharata, kutukan dewa atas tindakan ini membuat Kunti harus menyaksikan anak-anaknya (termasuk Karna) saling membunuh di medan perang Kurusetra. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Batara Surya #dewi kunti #Karna