Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berubah Cantik, Tokoh Wayang Ini Hampir Ditolak Masuk Kerajaan Kakaknya Sendiri

Ki Damar • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:19 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Arimbi yang telah berubah cantik.
Ilustrasi tokoh wayang Arimbi yang telah berubah cantik.

Jawa Pos Radar Madiun - Setelah berubah dari sosok raksasa menjadi perempuan cantik, Arimbi mencoba kembali ke Pringgondani, kerajaan peninggalan kakaknya, Prabu Tremboko, yang telah tewas di tangan Raden Bima, suaminya sendiri.

Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus.

Justru, ia disangka sebagai orang asing dan ditahan oleh para prajurit kerajaan.

Meskipun Arimbi terus mengaku sebagai anak Prabu Tremboko, tak seorang pun percaya. Wajah cantiknya kini justru membuat para prajurit curiga, karena tak ada satu pun yang mengenali penampilannya yang telah berubah total.

Saat hatinya mulai diliputi kesedihan dan dingin akibat perlakuan itu, Arimbi teringat satu warisan ilmu dari ayahnya: Aji Pamomong.

Ilmu ini dulu digunakan Prabu Tremboko untuk menjaga hubungan batin antar anak-anaknya.

Dengan aji tersebut, mereka bisa saling merasakan, saling melindungi, bahkan saling mengetahui keberadaan satu sama lain meski berada di tempat berbeda.

Tanpa ragu, Arimbi pun mengetrapkan Aji Pamomong. Prajurit jaga yang tidak paham, justru mengira Arimbi hendak melancarkan serangan gaib.

Mereka bersiaga penuh dalam ketegangan. Namun, serangan yang ditunggu tak kunjung datang.

Sebaliknya, dari gerbang Pringgondani muncullah enam sosok yang dikenal sebagai putra-putra Tremboko: Prabakesa, Brajadenta, Brajamusti, Brajawikalpa, Brajalamatan, dan si bungsu Kala Bendana.

Mereka langsung mengenali getaran batin Arimbi dan berhamburan menyambut kakak mereka yang telah lama terpisah.

Tangis haru dan pelukan menjadi pemandangan yang menggugah hati. Para prajurit yang semula curiga pun akhirnya larut dalam suasana penuh kehangatan. Mereka kini percaya bahwa perempuan itu memang Arimbi, meski wajahnya telah berubah. Karena dalam Aji Pamomong, darah dan cinta tak bisa disangkal.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

 

Editor : Mizan Ahsani
#bima #arimbi #Tokoh #wayang