JAWA POS RADAR MADIUN – Tak ada cinta gratis, bahkan bagi seorang Arjuna. Meski terkenal tampan dan sakti, cinta Arjuna kepada Dewi Srikandhi harus dibayar mahal.
Sang kesatria wanita dari Kerajaan Pancalareja memberi syarat tak biasa. Yakni, Arjuna hanya boleh menikahinya jika mampu mengalahkan dia dalam adu memanah.
Ceritanya bermula saat Prabu Kresna, Wrekodara, dan Arjuna menghadap Prabu Drupada, ayah Srikandhi.
Di hadapan raja, Kresna mengutarakan niat Arjuna untuk meminang putri Pancalareja itu.
Namun, Srikandhi bukan gadis yang mudah luluh. Lewat Trusthajumena, dia menyampaikan syaratnya. Yaitu, duel memanah satu lawan satu.
Alih-alih maju sendiri, Arjuna menunjuk Rarasati, kesatria perempuan yang tangguh, untuk mewakilinya.
Sementara itu, Pandawa mengutus Gatotkaca, Nakula, dan Sadewa menyelidiki situasi di Pancalareja.
Masalah muncul dari luar istana. Prabu Jungkungmardeya murka karena utusannya dibunuh oleh Srikandhi.
Dia menyerbu Pancalareja bersama Begawan Tunggulmanik.
Untungnya, pasukan Pandawa sigap. Wrekodara, Arjuna, dan Gatotkaca menghadang serangan.
Dalam pertempuran hebat, Arjuna membunuh Prabu Jungkungmardeya, Gatotkaca mengalahkan Jayasudarga, dan Wrekodara menjatuhkan Tunggulmanik.
Usai perang, Prabu Drupada menggelar pesta besar.
Arjuna dan Srikandhi resmi menikah. Namun, ada satu hal tercatat dalam sejarah.
Bahwa, setiap perempuan seperti Srikandhi selalu memberi syarat. Bahkan cinta harus diperjuangkan dengan ujian, bukan rayuan. (*)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan