Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Si Rupawan Meriang karena Asmara, Cerita Cinta Arjuna dan Sembadra

Ki Damar • Jumat, 13 Juni 2025 | 05:01 WIB
Ilustrasi wayang Arjuna dan Sembadra.
Ilustrasi wayang Arjuna dan Sembadra.

JAWA POS RADAR MADIUN - Sejak dahulu, beginilah cinta. Penderitaannya tiada akhir. Arjuna, sang satria tampan Pandawa, dikenal tak pernah sepi dari pujian dan pujaan.

Tapi siapa sangka, lelaki gagah rupawan ini pernah meriang. Penyebabnya bukan peperangan atau kutukan dewa.

Melainkan, karena rindu berat kepada Dewi Sembadra, adik Prabu Kresna dari Kerajaan Dwarawati.

Rasa cintanya membuat Arjuna jatuh sakit. Tubuhnya lemah, wajahnya pucat, pikirannya melayang. Semua karena memendam kerinduan pada Sembadra.

Melihat keadaan itu, Prabu Kresna tidak tinggal diam. Dia membujuk sang adik agar bersedia diperistri oleh Arjuna.

Sembadra setuju. Tapi, seperti halnya perempuan bangsawan lainnya dalam dunia wayang, dia tidak menyerahkan hatinya secara cuma-cuma.

Sembadra mengajukan dua syarat. Yaitu pusaka Pulanggeni harus diserahkan sebagai bagian dari lamarannya.

Permintaan itu lalu disampaikan kepada Prabu Yudistira, kakak Arjuna.

Namun, cinta Arjuna pada Sembadra tidak berjalan mulus. Dari pihak lain, Burisrawa tokoh dari kubu Kurawa, juga ingin meminang Sembadra.

Duryudana, sang raja Hastina, segera mengutus Patih Sengkuni agar meminta bantuan pada Prabu Baladewa, kakak Kresna.

Baladewa datang ke Dwarawati, menemui Kresna. Dalam kebingungan, Kresna akhirnya mengadakan sayembara terbuka.

Sayembara itu, siapa pun pria yang ingin menikahi Sembadra, harus sanggup menyerahkan tiga benda sakral.

Yakni, kereta emas, kerbau Danu, dan bunga Dewandaru. Benda-benda milik para dewa.

Raja dari Ngambarmuka di negara Garbaruci pun ikut terpanggil sayembara.

Dia mencoba melamar Sembadra dengan memenuhi syarat tersebut. Di sisi lain, para Pandawa bergerak cepat.

Wrekudara (Bima) berhasil meminjam kereta emas dari Singgela, Gatotkaca mendapatkan kerbau Danu dari Gunung Sumeru, dan Arjuna sendiri berhasil mendapatkan bunga Dewandaru langsung dari Batara Guru.

Namun, di tengah perjalanan, rombongan Pandawa disergap. Para Kurawa berhasil merebut kerbau Danu dari tangan Gatotkaca.

Baca Juga: Ketua Daerah Kota Madiun Bukan Pesilat Sembarangan, Cerita Silat Palagan Lawu Wilis 158, Tong Bajil Lepas dari Pitingan Dewa Madewa

Sengkuni lantas memprovokasi Baladewa, menuduh Pandawa merampas barang syarat sayembara secara paksa. Baladewa pun marah dan memimpin pasukan Korawa menyerang Pandawa.

Pertempuran tak terelakkan. Tapi Pandawa mampu menghalau serangan dan mempertahankan syarat-syarat sayembara.

Setelah pertempuran mereda, Arjuna dan Sembadra menghadap Baladewa.

Saat melihat adiknya sendiri yang sudah memeluk Arjuna dengan penuh cinta, hati Baladewa pun luluh.

Amarahnya reda. Dia akhirnya merestui pernikahan Arjuna dan Sembadra. (*)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#kurawa #Pandawa #Sembadra #baladewa #Kresna #arjuna #wayang #Cerita #cinta #Arjuna dan Sembadra