Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perang Baratayudha Berkecamuk di Kurusetra, Tokoh Wayang Pandawa Ini Justru Dilanda Kebimbangan

Ki Damar • Jumat, 13 Juni 2025 | 22:47 WIB
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa dan Kurawa bertarung dalam Perang Baratayudha.
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa dan Kurawa bertarung dalam Perang Baratayudha.

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah medan Kurusetra yang bergemuruh oleh Perang Baratayudha, Arjuna tak hanya dilanda kebimbangan untuk berperang.

Dia juga didera pertanyaan eksistensial tentang makna hidup dan pengorbanan. Salah satu pertanyaan mendasarnya adalah perbedaan antara sanyasa dan tyaga.

Dalam dialog abadi yang tercatat dalam Bhagavad Gita, Kresna memberikan penjelasan mendalam yang masih relevan hingga kini.

Kresna menjelaskan bahwa sanyasa adalah bentuk pelepasan dari tindakan-tindakan yang didasari oleh keinginan pribadi atau kamya-karma.

Ini mencakup tindakan apapun yang bersumber dari ego dan hasrat.

Namun, Kresna menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, terdapat pula perbuatan yang tidak bisa ditinggalkan, seperti makan, mandi, berjalan, atau tidur.

Bahkan seorang yang suci tak akan mampu meninggalkan seluruh bentuk tindakan ini secara harfiah.

Artinya, sanyasa bukan berarti tidak melakukan apa pun. Justru, seseorang tidak bisa disebut sanyasin sejati jika ia menghindari semua aktivitas.

Sanyasa yang sejati adalah melepaskan keterikatan pada tindakan-tindakan yang didasari ambisi pribadi, bukan menolak seluruh tindakan.

Berbeda dengan itu, tyaga menurut Kresna adalah penyerahan total atas hasil dari segala tindakan yang dilakukan.

Tyaga menuntut seseorang untuk tetap bekerja, tetap bertindak, tetapi tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Wayang Wibisana, Sosok Bijak yang Memilih Kebenaran daripada Keluarga

Setiap hasil dari pekerjaan diserahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Esa. Dalam konsep ini, kerja bukanlah alat meraih keuntungan, melainkan bentuk pengabdian.

Seorang yang menjalani tyaga bekerja dengan penuh dedikasi dan ketulusan, tanpa motivasi pamrih.

Baginya, tindakan bukan sarana pencapaian duniawi, melainkan ekspresi pengabdian spiritual.

Dedikasi menjadi motor utama dalam kehidupannya. Dedikasi yang tak digerakkan oleh ego, tetapi oleh kehendak untuk menyatu dengan kehendak Tuhan.

Dalam ajaran Kresna kepada Arjuna, kita belajar bahwa kebebasan sejati bukan berasal dari menjauhi dunia, melainkan dari melepaskan keterikatan terhadap hasil duniawi.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Kresna #Tokoh #arjuna #wayang