Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal Sanghyang Parameswara, Tokoh Wayang Dewa Kemuliaan Pemberi Ilmu Sanjiwani

Ki Damar • Sabtu, 14 Juni 2025 | 02:50 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Sanghyang Parameswara
Ilustrasi tokoh wayang Sanghyang Parameswara

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam kosmologi Hindu-Jawa, nama Sanghyang Parameswara tak hanya dikenal sebagai dewa tertinggi, tetapi juga sebagai lambang kemuliaan dan kejayaan.

Ia juga disebut Sanghyang Pracetas, dan termasuk dalam jajaran delapan dewa utama yang konon lahir dari telur ajaib Antiga Mahadwipa.

Tujuh dewa lahir bersamanya: Sanghyang Pitamaha, Sanghyang Prajapati, Sanghyang Sutaguru, Sanghyang Stanu, Sanghyang Manu, Sanghyang Ka, dan Sanghyang Daksa.

Di antara mereka, Sanghyang Parameswara menonjol karena kekuatan spiritualnya yang besar namun berwatak lembut.

Tokoh wayang ini dikenal penyabar, pemurah hati, dan menjadi tempat persembahan bagi mereka yang memohon kejayaan duniawi dan kebesaran batin.

Salah satu peran penting Sanghyang Parameswara adalah saat ia menganugerahkan Ilmu Sanjiwani kepada Resi Sukra.

Sanjiwani adalah mantra pemulihan hidup, yang mampu menghidupkan kembali makhluk mati, bahkan meski telah menjadi abu.

Resi Sukra memperoleh anugerah ini setelah bertapa selama seribu tahun dengan penuh pengabdian kepada Parameswara.

Tak hanya itu, Sanghyang Parameswara juga memberikan Ajian Putergiling kepada Sukasrana, seorang raksasa kerdil yang merupakan putra Resi Suwandagni dari pertapaan Argasekar.

Ajian ini terbukti ampuh: Sukasrana berhasil memindahkan Taman Sriwedari, taman surgawi milik Bathara Wisnu di kahyangan Untarasegara, ke kerajaan Maespati.

Pemindahan taman itu bukan tanpa maksud.

Tindakan tersebut merupakan syarat agar Bambang Sumantri, kakak Sukasrana, dapat diterima sebagai abdi Prabu Arjunasasrabahu, raja Maespati.

Di balik cerita itu, tersirat betapa kekuatan Sanghyang Parameswara tak hanya bersifat spiritual, tapi juga menjadi penentu takdir dunia manusia dalam kisah pewayangan.

Dalam tradisi masyarakat Jawa dan Nusantara, Sanghyang Parameswara tak sekadar dewa. Ia memberi gambaran seluruh sifat luhur: pengampun, dermawan, dan pemberi berkah.

Ia menjadi gambaran ideal tentang kekuatan yang lembut, tentang kuasa yang memberi, bukan merusak.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Ajian #resi #Tokoh #wayang