Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tragis! Kisah Prabu Susarma, Raja Trigarta yang Mati karena Dendam Cinta Dewi Utari

Ki Damar • Sabtu, 21 Juni 2025 | 02:22 WIB
Ilustrasi lakon wayang Susarma Ngraman
Ilustrasi lakon wayang Susarma Ngraman

Jawa Pos Radar Madiun - Di dunia pewayangan Mahabharata, nama Prabu Susarma mungkin tak sepopuler Duryudana atau Karna.

Namun kisah hidupnya menyimpan tragedi yang bermula dari cinta, berujung pada peperangan, dan berakhir dengan kematian tragis.

Prabu Susarma adalah raja dari negara Trigarta. Tubuhnya tinggi besar, berwajah sangar dengan ciri-ciri setengah raksasa.

Konon, ia adalah keturunan langsung dari Prabu Nilarudraka, raja legendaris dari negeri Gluguhtinatar.

Kekuasaan Trigarta terbilang kuat, namun masa depan kerajaannya runtuh hanya karena sebuah lamaran yang ditolak.

Semua berawal dari niat Susarma untuk meminang Dewi Utari, putri bungsu Prabu Matswapati dari negeri Wirata. Namun cintanya kandas.

Prabu Matswapati dengan tegas menolak lamaran tersebut karena perilaku buruk dan ambisi berlebihan Susarma. Penolakan itu membuat Susarma merasa dipermalukan.

Hatinya terbakar dendam, dan sejak saat itu, ia menanam kebencian kepada kerajaan Wirata.

Puncak kemarahan Susarma terjadi saat kerajaannya diserbu Rajamala, senapati sakti sekaligus adik ipar Prabu Matswapati. Negeri Trigarta porak-poranda.

Susarma semakin membenci Wirata, dan menaruh dendam pribadi terhadap Rajamala.

Ia pun menjalin persekutuan dengan Prabu Duryudana dari Astina. Tujuannya satu: menjatuhkan Wirata.

Duryudana melihat peluang lain: ia ingin membongkar keberadaan Pandawa yang diyakininya sedang menyamar dan bersembunyi di negeri Wirata. Maka disusunlah siasat.

Duryudana dan Astina menyerang Wirata dari arah belakang, sementara Susarma dan pasukan Trigarta menggempur dari depan.

Negeri Wirata terkepung dari dua arah—dalam kondisi nyaris kalah.

Namun takdir berkata lain.

Pandawa yang saat itu tengah menyamar di Wirata turun tangan. Bhima yang menyamar sebagai Jagalabilawa menghadang langsung pasukan Trigarta.

Dengan kekuatan luar biasa, Bhima mengobrak-abrik barisan musuh dan dalam duel maut, Prabu Susarma tewas di tangannya.

Dendam yang dipupuk selama bertahun-tahun akhirnya terbayar dengan kematian.

Sementara itu, dari sisi belakang, Duryudana dibuat tak berkutik oleh seorang wandu (waria) bernama Kedi Wrehatnala—tak lain adalah Arjuna dalam penyamaran.

Serangan Astina dan Trigarta akhirnya gagal total. Prabu Matswapati selamat, dan negeri Wirata tetap berdiri tegak. (*/naz)

*Penulis ALumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Tokoh #wayang