Jawa Pos Radar Madiun – Dalam kisah Wanaparwa dari epos Mahabharata, nama Citrasena mencuat sebagai sosok penting ketika Kurawa mencoba menghina Pandawa di masa pengasingan.
Gandarwa ini tidak hanya menjadi pelindung telaga suci di hutan Dwetawana, tetapi juga aktor kunci yang menggagalkan niat jahat Duryudana berkat mandat langsung dari Dewa Indra.
Kala itu, Duryudana bersama seratus saudaranya dan Sangkuni datang berkemah ke Dwetawana.
Tujuannya bukan untuk berlibur, melainkan memata-matai dan mempermalukan Pandawa.
Mereka terpikat oleh keindahan sebuah telaga dan berniat bersenang-senang di sana.
Namun tanpa mereka tahu, tempat itu telah dijaga oleh Citrasena dan pasukan gandarwanya, sesuai perintah Indra.
Citrasena dengan tegas melarang Duryudana memasuki wilayah tersebut. Merasa dipermalukan, Duryudana murka dan memerintahkan pasukannya menyerang.
Tapi kekuatan laskar gandarwa jauh melampaui ekspektasi Korawa. Duryudana pun ditaklukkan dan ditawan sebagai tahanan perang.
Beberapa pengikutnya yang berhasil lolos, mendatangi Pandawa untuk meminta bantuan.
Yudhistira, meski sedang diasingkan karena ulah Duryudana, justru memerintahkan adik-adiknya untuk menolong sang musuh.
Dengan berat hati, para Pandawa berangkat dan bertempur melawan laskar gandarwa.
Namun berkat negosiasi dan permohonan Arjuna, Citrasena akhirnya bersedia membebaskan Duryudana.
Kisah ini menjadi cerminan besar akan integritas dan jiwa ksatria para Pandawa.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani