Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Banyak Terungkap, Tokoh Wayang Ini Disebutkan sebagai Pendengar Pertama Kisah Mahabharata

Ki Damar • Minggu, 22 Juni 2025 | 00:36 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Sadewa
Ilustrasi tokoh wayang Sadewa

Jawa Pos Radar Madiun – Nama Janamejaya tidak asing dalam wiracarita Mahabharata maupun berbagai Purana.

Ia dikenal sebagai raja besar dari Dinasti Kuru yang memerintah di Hastinapura, sekaligus keturunan langsung dari keluarga Pandawa.

Sosoknya mencerminkan konflik batin antara rasa duka, dendam, dan kebijaksanaan, yang menjadikannya salah satu raja paling bersejarah dalam epos besar India.

Menurut Mahabharata, Janamejaya adalah putra Parikesit, cucu dari Abimanyu, dan cicit Arjuna, sang pemanah utama dalam kisah Mahabharata.

Ia naik takhta dalam usia muda setelah ayahnya, Raja Parikesit, tewas karena dipagut naga Takshaka, seekor ular raksasa yang sangat beracun.

Kematian itu meninggalkan luka mendalam di hati Janamejaya.

Dalam amarah dan duka, sang raja memerintahkan diselenggarakannya Upacara Pengorbanan Ular atau Sarpa Satra.

Itu merupakan ritual agung untuk memusnahkan seluruh bangsa ular dari dunia sebagai bentuk pembalasan.

Ritual itu dilakukan dengan kekuatan mantra dari para brahmana, yang mampu memanggil ular-ular dari seluruh penjuru dunia dan membakarnya hidup-hidup dalam api korban.

Namun, sebelum upacara itu benar-benar membinasakan Takshaka, muncul seorang resi muda bijak bernama Astika, yang memohon kepada sang raja untuk menghentikan pengorbanan.

Astika adalah putra dari seorang manusia dan ibu dari bangsa naga.

Dengan kebijaksanaan dan kepiawaiannya dalam berbicara, ia berhasil menyentuh hati Janamejaya.

Baca Juga: Empat Hal Menarik tentang Srikandi, Tokoh Wayang Perempuan Paling Tangguh dan Menginspirasi

Akhirnya, upacara pun dihentikan. Takshaka selamat, dan dendam turun-temurun itu berakhir.

Untuk menghibur Janamejaya yang masih bersedih, seorang resi bernama Waisampayana membacakan kisah Mahabharata untuk pertama kalinya kepada sang raja.

Dari sinilah kisah epos Mahabharata tersebar dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam catatan Adiparwa, kitab pertama Mahabharata, juga disebutkan tokoh Janamejaya lainnya, yakni putra dari Raja Puru.

Tokoh ini dipercaya sebagai leluhur dari Janamejaya, cucu Abimanyu.

Dengan demikian, Mahabharata tak hanya menyajikan satu, tetapi dua figur penting bernama Janamejaya dalam silsilah besar Dinasti Kuru.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#ular #Mahabharata #resi #Pandawa #Tokoh #wayang