Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Empat Kisah Cinta Tragis Kerajaan Nusantara: Dari Ken Arok hingga Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka

Dwi NR Diliana • Senin, 23 Juni 2025 | 00:51 WIB
Ilustrasi kisah cinta tragis di era kerajaan nusantara.
Ilustrasi kisah cinta tragis di era kerajaan nusantara.

Jawa Pos Radar Madiun – “Jalan cinta sejati tidak pernah mulus,” begitu tulis Shakespeare. Kalimat ini tampaknya tepat untuk menggambarkan sejumlah kisah cinta tragis dalam sejarah kerajaan Nusantara.

Romansa yang dibumbui ambisi, politik, dan pengkhianatan ini tak hanya menyayat hati, tapi juga meninggalkan jejak abadi dalam ingatan sejarah.

Berikut empat kisah cinta paling tragis yang terjadi di tanah Jawa dan sekitarnya, dari Singasari, Majapahit, Sunda, hingga Mataram.

1. Ken Arok dan Ken Dedes: Cinta Berbalut Darah dan Ambisi

Ken Arok jatuh cinta kepada Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, penguasa Tumapel.

Demi mendapatkan cinta dan kekuasaan, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan keris buatan Mpu Gandring.

Setelah mengambil alih Tumapel dan menikahi Ken Dedes, Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari.

Namun, kisah mereka berakhir pahit. Ken Arok dibunuh oleh Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung, yang ingin membalas dendam.

2. Ra Tanca dan Dyah Wyat: Terhalang Status Sosial

Ra Tanca, seorang tabib kerajaan, jatuh cinta pada Dyah Wyat, putri bangsawan Majapahit. Dyah membalas cintanya, tetapi hubungan mereka ditentang karena perbedaan status sosial.

Ra Tanca akhirnya menikahi perempuan lain, meski hatinya masih mencintai Dyah.

Dyah pun dipaksa menikah dengan bangsawan setara, Raden Kudamerta, yang ternyata sudah beristri.

Dyah menjalani hidup penuh penderitaan, mencintai seseorang yang tidak bisa ia miliki, dan hidup bersama orang yang tidak ia cintai.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Kota Wisata Seru yang Bisa Kamu Jelajahi Naik Kereta Api, Cocok Buat Liburan Bareng Keluarga!

3. Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka: Cinta yang Hancur di Perang Bubat

Raja Hayam Wuruk ingin menikahi putri cantik dari Kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi.

Namun, niat suci itu berubah menjadi tragedi karena ambisi Patih Gajah Mada yang menganggap kedatangan rombongan Sunda sebagai bentuk penyerahan diri.

Perang Bubat pun pecah, merenggut nyawa Raja Linggabuana dan seluruh pengiring Dyah Pitaloka.

Putri Sunda itu memilih bunuh diri demi kehormatan bangsanya, dan Hayam Wuruk harus hidup dalam penyesalan.

4. Ki Ageng Mangir dan Putri Pembayun: Cinta yang Ditikam di Hadapan Ayah

Ki Ageng Mangir, penguasa wilayah Mangir yang menolak tunduk pada Mataram, menikahi Putri Pembayun, putri Panembahan Senopati. Mereka datang ke Mataram untuk meminta restu, namun itu menjadi awal tragedi.

Saat sungkem, Panembahan Senopati membenturkan kepala Mangir ke batu gilang hingga tewas.

Cinta mereka berakhir di tangan sang ayah sendiri. Pembayun hidup dalam duka namun tetap setia melanjutkan cita-cita politik ayahnya.

Kisah-kisah cinta ini tak hanya tragis, tapi juga menunjukkan betapa cinta dan politik tak selalu bisa berjalan berdampingan. Di balik kisah romantis para tokoh besar Nusantara, tersimpan luka yang tak lekang waktu. (aan/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Ken Arok #hayam wuruk #tragis #kisah cinta #kerajaan #nusantara