Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Dityakala Janggisrana Bagian 1: Misi Hasutan di Balik Kedamaian Pancawati

Ki Damar • Kamis, 31 Juli 2025 | 03:08 WIB
Ilustrasi lakon wayang jenggisrana.
Ilustrasi lakon wayang jenggisrana.

Lakon wayang Dityakala Jenggisrana oleh Ki Damar*

DI balik hiruk-pikuk pembangunan tambak pasukan kera Prabu Ramawijaya, sesosok bayangan gelap tengah menjalankan misi rahasia.

Ditya Janggisrana, prajurit kepercayaan Prabu Dasamuka alias Rahwana, dikirim untuk menyusup ke barisan kera.

Tujuannya jelas: menciptakan kekacauan dari dalam, menggoyahkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama Pancawati.

“Apakah ini pasukan Prabu Ramawijaya?” gumam Janggisrana sambil menyeringai.

“Dasar kera-kera menjijikkan. Mereka patuh buta kepada Sri Rama, padahal dia hanya memanfaatkan rakyat demi kepentingannya sendiri. Lihat Alengka! Meskipun penuh perampok, rakyat tetap sejahtera dan dilindungi.”

Dengan licik, Janggisrana meniru gerak-gerik seekor kera.

Ia menyamar sebagai Kapi Srani, lalu berjalan santai ke barisan pasukan yang tengah beristirahat.

Ia bergabung tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun.

Saat itu, Kapi Anggeni memimpin pasukan dengan bijak.

“Kita istirahat sebentar,” ucapnya. “Pembangunan tambak ini membutuhkan tenaga dan pikiran yang jernih. Tubuh kita harus fit.”

Kapi Jayasraba menambahkan dengan tegas, “Duduklah, makan buah-buahan segar. Kita perlu tenaga untuk melanjutkan pekerjaan.”

Namun, suara sinis menyela.

“Kenapa kalian istirahat? Bukankah pekerjaan masih banyak?” tanya Kapi Srani — alias Janggisrana yang sedang menyelidik titik lemah pasukan. (*/bersambung)

*Penulis lakon wayang Dityakala Jenggisrana alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Rahwana #Jenggisrana #Rama #Lakon #wayang