Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Dityakala Janggisrana Bagian 5/Akhir: Dibebaskan Rama, Dibunuh Rahwana

Ki Damar • Kamis, 31 Juli 2025 | 03:48 WIB
Ilustrasi lakon wayang jenggisrana.
Ilustrasi lakon wayang jenggisrana.

Lakon wayang Dityakala Janggisrana oleh Ki Damar*

SETELAH identitas Kapi Srani terbongkar sebagai penyamaran Janggisrana, suasana pasukan kera masih tegang.

Narpati Sugriwa menolak percaya begitu saja. Ia menguji langsung.

“Kalau kau benar seekor kera, coba ‘mere’ seperti kami,” tantangnya.

Janggisrana menjawab percaya diri, “Aku kera, tentu bisa!”
“Buktikan!”

Namun saat dicoba, Janggisrana justru mengeluarkan suara "nglokor"—suara khas buto atau raksasa.

Seketika, penyamarannya runtuh. Petruk ikut menghajarnya. “Sudah, Petruk. Bawa dia ke Prabu Rama. Biarkan dia diadili,” ujar Gunawan.

Di luar dugaan, Prabu Rama tidak murka. Ia justru berkata tenang,

“Aku beri kamu keris dan permata. Pulanglah ke Alengka!”

Gunawan kebingungan. “Sinuwun, dia mata-mata. Mengapa tidak dihukum mati?”

Rama hanya tersenyum. “Pulanglah segera sebelum aku berubah pikiran, Janggisrana.”

Dengan tubuh remuk dan kepala tertunduk, Janggisrana kembali ke Alengka.

Di hadapan Rahwana, ia mencoba menyampaikan kesan baik.

“Ramawijaya itu raja luar biasa, Sinuwun. Bijak, sabar, bahkan murah hati. Aku ketahuan sebagai mata-mata, tapi tak dihukum. Aku malah diberi keris dan permata,” katanya sambil tertawa getir.

“Coba tunjukkan keris itu!” ujar Rahwana dengan dingin.

Begitu keris ditunjukkan, Rahwana langsung menusuk Janggisrana. Tubuh sang mata-mata roboh, darah mengalir deras di lantai istana.

“Rama memang pandai,” geram Rahwana.

“Ia tidak mau menodai tangannya. Tapi dia kirim kau agar aku yang membunuhmu! Dan sekarang, seluruh istana tahu, betapa lemahnya aku di matanya.”

Dengan kemarahan yang membara, Rahwana bersumpah akan membalas. “Ramawijaya, tunggu pembalasanku!” (*/den)

*Penulis lakon wayang Dityakala Janggisrana alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Rahwana #ramayana #Rama #Lakon #wayang #Janggisrana