Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Menyelami Karakter Kresna, Terselip Licik di Balik Bijak Ratu Dwarawati

Deni Kurniawan • Kamis, 31 Juli 2025 | 06:38 WIB
Ilustrasi karakter Kresna dalam pewayangan Jawa.
Ilustrasi karakter Kresna dalam pewayangan Jawa.

Jawa Pos Radar Madiun - Wayang mengajarkan bahwa dalam perang, kemenangan tak selalu diperoleh dengan jalan ksatria.

Selain itu, dapat pula dipelajari bahwa tokoh baik tak selalu suci dari intrik. Mulai tentang kekuasaan kecerdasan, siasat, dan kelicikan sebagai alat perjuangan.

Dalam cerita wayang Mahabarata versi Jawa, Kresna digambarkan sebagai titisan Dewa Wisnu yang bijaksana dan menjadi penasihat utama Pandawa.

Namun di balik citra luhur itu, tersimpan strategi dan kelicikan yang sangat manusiawi demi memenangkan perang.

Berikut ini adalah sejumlah contoh kelicikan Kresna yang dapat disimpulkan dari berbagai lakon wayang.

Pemicu Perang Baratayuda

Perang di Kurusetra pecah setelah Kresna merasa dihina oleh Kurawa saat menjalankan misi diplomatik.

Dia berubah wujud menjadi raksasa dan mengamuk di Istana Hastina.

Padahal masih banyak tokoh Kurawa seperti Bhisma dan Durna yang membuka jalan damai.

Kresna yang mendorong Arjuna untuk tetap berperang, walau Arjuna sempat menolak membunuh saudara-saudaranya.

Mengatur Perang tanpa Turun Tangan

Kresna bersumpah tidak ikut bertempur, hanya menjadi kusir kereta Arjuna.

Namun justru dari balik kemudi, dia mengatur seluruh strategi perang. Dia menggunakan posisi netralnya untuk mengendalikan dari balik layar.

Menyingkirkan Para Ksatria Kuat Sebelum Perang

Antareja (putra Bima) dibujuk untuk bunuh diri dengan dalih pengorbanan demi keselamatan dunia.

Bambang Irawan (putra Arjuna) tewas sebelum perang akibat kesalahpahaman dengan raksasa Kala Srenggi.

Menjebak Salya Lewat Anak-Anak Pandawa

Kresna tahu bahwa Prabu Salya terlalu kuat untuk dilawan langsung. Maka dia mengutus Nakula dan Sadewa untuk menyentuh sisi emosionalnya hingga Salya membocorkan kelemahannya.

Membiarkan Karna Dikhianati oleh Saudaranya

Raden Karna adalah tokoh tragis, anak Kunti yang dibuang, tetapi setia membela Kurawa.

Dalam duel melawan Arjuna, Karna sebenarnya hampir menang.

Namun kusir keretanya, Salya, sengaja menggoyahkan kereta atas saran tidak langsung Kresna, sehingga panah Karna meleset.

Kresna menyadari bahwa pengkhianatan halus ini adalah satu-satunya cara untuk menjatuhkan Karna.

Kematian Tak Terhormat Duryudana

Saat duel dengan Bima, Duryudana hampir menang. Namun Kresna memberi isyarat pada Bima dengan menepuk pahanya, titik lemah Duryudana.

Bima pun memukul paha lawannya, cara yang dianggap tidak ksatria. Setelah tewas, Kresna membiarkan Bima mencincang jasad Duryudana.

Penampilan yang Menipu: Tampan tapi Tak Gagah

Secara simbolik, Kresna digambarkan berkulit hitam legam, tubuh terkesan cungkring, dan suara nyaring menyerupai perempuan.

Penampilan ini mengaburkan ekspektasi tentang pemimpin sakti. Namun justru di balik kelemahannya, dia menyimpan otak licik dan kemampuan manipulasi luar biasa.

Kresna adalah tokoh abu-abu. Bijak, religius, sekaligus licik. Bisa dibilang, ratu kerajaan Dwarawati itu menggunakan segala cara untuk memastikan Pandawa menang.

Bahkan, menyingkirkan teman, memanipulasi keluarga, hingga menyarankan tindakan curang.

Kendati demikian, banyak pula sisi positif Kresna seperti yang dikisahkan dalam lakon-lakon wayang Jawa. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#bima #kurawa #Pandawa #Kresna #Baratayuda #Tokoh #jawa #sifat #wayang