Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bukan Sembarang Mantra, Amertasanjiwani Mampu Hidupkan Kembali Tokoh Wayang

Ki Damar • Rabu, 6 Agustus 2025 | 01:30 WIB
Ilustrasi turunnya wahyu dalam cerita wayang
Ilustrasi turunnya wahyu dalam cerita wayang

Cerita Wayang oleh Ki Damar*

Resi Kaca adalah putra dari Wrehaspati, guru para dewa. Ia dikisahkan menjadi murid dari Sukra, guru para asura atau raksasa.

Dikisahkan bahwa Wrehaspati ingin mengetahui mantra amertasanjiwani. Itu adalah mantra untuk menghidupkan orang mati yang hanya dikuasai oleh Sukra.

Maka ia mengutus putranya, Kaca, untuk berguru kepada Sukra agar dapat mempelajari dan mewarisi mantra tersebut.

Sukra menerima Kaca sebagai murid, namun memintanya lebih dulu mengabdi, terutama dengan menggembala lembu-lembu milik sang begawan.

Pengabdian Kaca yang setia membuat Sukra terkesan.

Namun, hal ini justru menimbulkan iri di kalangan para asura, murid-murid Sukra yang dipimpin oleh Wresaparwa.

Karena iri, para asura membunuh Kaca saat ia sedang menggembala, lalu membuang jenazahnya di tengah hutan.

Menjelang malam, lembu-lembu yang digembalakan Kaca kembali ke padepokan tanpa pengawalan.

Melihat hal itu, Dewayani, putri Begawan Sukra, merasa cemas dan meminta ayahnya untuk memanggil Kaca.

Namun karena tak kunjung datang, Sukra pun menggunakan mantra amertasanjiwani sambil menyeru nama Kaca. Seketika, Kaca hidup kembali dan muncul dari semak belukar tempat ia dibuang.

Mengetahui bahwa Kaca berhasil dihidupkan kembali, para asura menyusun siasat baru. Mereka kembali membunuh Kaca, namun kali ini jenazahnya dibakar hingga menjadi abu.

Abu itu lalu dicampurkan ke dalam makanan dan minuman, lalu disuguhkan kepada Sukra. Tanpa curiga, Sukra menyantapnya.

Saat Dewayani kembali meminta Sukra memanggil Kaca, sang resi menggunakan mantra yang sama. Kali ini, suara Kaca terdengar dari dalam perut Sukra.

Ia menjelaskan bahwa dirinya kini berada di dalam tubuh sang guru.

Sukra pun kebingungan. Satu-satunya cara untuk mengeluarkan Kaca adalah dengan membedah perutnya sendiri. Tentu itu berarti kematian.

Sebelum Kaca keluar, Sukra terlebih dahulu mengajarkan mantra amertasanjiwani kepadanya, agar dirinya bisa dihidupkan kembali setelah perutnya dibedah.

Maka Kaca pun keluar dari tubuh Sukra, lalu segera mengucapkan mantra tersebut untuk menghidupkan gurunya kembali.

Setelah memperoleh mantra yang selama ini diincar, Kaca pun berpamitan kepada Sukra untuk kembali ke kahyangan.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#mantra #dewa #begawan #wayang