Cerita Wayang oleh Ki Damar*
Pada suatu masa, Dewi Bumi menelan seluruh tumbuhan, sehingga tidak ada lagi makanan bagi makhluk hidup. Rakyat yang dipimpin oleh Pertu pun menderita kelaparan dan terancam punah.
Melihat keadaan itu, Pertu memutuskan untuk bertindak. Ia bersumpah akan membunuh Dewi Bumi jika tumbuhan tidak dikembalikan seperti sediakala.
Dengan tekad bulat, Pertu mengambil busur dan anak panahnya, bersiap untuk menghadapi sang dewi.
Mengetahui niat Pertu, Dewi Bumi panik dan melarikan diri dengan menjelma menjadi seekor sapi betina.
Namun ke mana pun ia kabur, Pertu selalu berhasil mengejarnya.
Hingga akhirnya, Dewi Bumi menyadari bahwa ia tak dapat lagi melarikan diri. Ia pun menyerah dan memohon ampun.
Pertu mengampuni sang dewi. Ia kemudian memerah sapi jelmaan Dewi Bumi dan mengangkatnya sebagai anak.
Sejak saat itu, Pertu menjadi pelindung Dewi Bumi.
Setelahnya, Pertu meratakan perbukitan dan mendirikan kota di sana.
Ia juga mengumpulkan pegunungan yang sebelumnya tersebar ke berbagai penjuru menjadi satu wilayah.
Dari benih yang diperoleh lewat perahan itu, bumi kembali subur dan makmur.
Menurut kitab Bhagawatapurana, kemakmuran dunia di masa pemerintahan Pertu belum pernah terjadi sebelumnya.
Karena jasanya dalam memulihkan dan melindungi bumi, nama sang dewi dikenang sebagai Pertiwi, yang dalam bahasa Sanskerta berarti "bumi milik Pertu".
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani