Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerita Wayang: Air Gangga dan Penebusan Dosa Sang Putra Sagara

Ki Damar • Jumat, 8 Agustus 2025 | 03:45 WIB
Ilustrasi Sungai Gangga dalam cerita wayang.
Ilustrasi Sungai Gangga dalam cerita wayang.

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

Setelah sekian lama enam puluh ribu putra Sagara tidak kembali dari pencarian kuda Aswamedha, Angsuman memutuskan untuk menelusuri jejak mereka.

Ia akhirnya menemukan kuda tersebut berada di asrama Resi Kapila. Angsuman merasa senang karena kuda telah ditemukan, namun juga bingung karena ia melihat tumpukan abu dan tulang berserakan di sekitar tempat itu.

Atas petunjuk Sang Garuda, Angsuman mengetahui bahwa abu dan tulang itu adalah jenazah dari keenam puluh ribu pamannya.

Mereka telah menjadi korban kemarahan Resi Kapila. Garuda memberi nasihat bahwa hanya air suci sungai Gangga yang diturunkan dari surga yang dapat menyucikan arwah mereka.

Dalam versi lain, disebutkan bahwa Resi Kapila sendiri yang memberi nasihat kepada Angsuman agar berusaha menurunkan Gangga dari surga demi menyucikan para arwah yang terbakar.

Setelah menerima perintah tersebut, Angsuman kembali ke kerajaan dan melaporkan segalanya kepada Raja Sagara.

Ia pun menyelesaikan upacara Aswamedha Yadnya sesuai yang telah direncanakan oleh sang raja.

Setelah Sagara wafat, Angsuman naik takhta.

Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa Angsuman memerintah dengan adil dan bijaksana, dengan wilayah kekuasaannya mencapai hingga ke tepi samudra.

Namun, meskipun memiliki kekuatan dan kebijaksanaan, Angsuman tidak berhasil menurunkan Gangga dari surga untuk menyucikan arwah pamannya.

Ia memiliki seorang putra bernama Dilipa, yang juga berusaha menunaikan tugas suci tersebut—namun tetap tidak berhasil.

Barulah pada masa pemerintahan Bhagiratha, putra Dilipa, sungai Gangga berhasil diturunkan dari surga ke bumi. Dengan pengorbanan dan ketekunannya, Bhagiratha berhasil menyucikan arwah para leluhurnya dan menuntaskan kutukan yang telah lama menggantung di atas keluarganya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Tokoh #wayang