Lakon Wayang Bagong Mbangun Desa oleh Ki Damar*
“DALAMNYA samudera bisa dijajaki, tapi dalamnya hati manusia siapa yang tahu,'' kata Semar.
''Bapak akan meminta Guru datang, dan kau coba mintalah baik-baik padanya!’’ lanjutnya.
Sejurus kemudian, Semar memegang kuncung sakti yang ada di kepalanya.
Dia mencoba berkontak batin dengan sang penguasa suralaya yang tak lain adiknya sendiri.
Seketika, Manikmaya (nama lain Batara Guru) turun ke bumi lalu tiba di hadapan Semar dan Bagong.
‘’Hong wilaheng sekaring bawana langgeng. Ada apa Kakang Semar memanggilku?’’ tanya Batara Guru.
“Begini Manikmaya, ini anakku Bagong ingin meminta sesuatu darimu,'' jawab Semar.
''Apa yang diminta bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk masyarakat dan kehidupan manusia di sini,’’ terang Semar.
‘’Ada apa Bagong? Apa yang kau inginkan?’’ tanya Batara Guru.
“Begini pukulun, desaku Pring Apus ini sedang dilanda banyak bencana. Gagal panen, sakit yang tak kunjung sembuh, serta pasokan air yang tak ada sama sekali. Rakyat menderita,'' ucap Bagong.
“Lalu, apa hubungannya dengan ulun (aku)?’’ tanya Manikmaya.
‘’Begini, suatu malam saya mendapat wangsit dari dewa, tak tahu dewa siapa karena tak pernah berkenalan hehe,'' kelakar Bagong.
''Dewa itu memberi pesan bahwa semua bencana akan hilang bila saya memendam pelem Pertonggo Jiwa dan jambu Dipanirmala di tengah desa,'' lanjut Bagong.
''Karena penguasa kahyangan itu pukulun, mohon izin Bagong minta buah itu masing-masing satu sebagai syarat luar penandang rakyatku pukulun,’’ ungkap Bagong.
Batara Guru berpikir sejenak. Alhasil, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan niat liciknya kepada punakawan.
Batara Guru ingin Semar tunduk padanya. Sebab, selama ini kakaknya tidak pernah menyembah dirinya sebagai penguasa kahyangan.
‘’Aku akan mengabulkan keinginanmu, tetapi jer basuki mawa bea. Setiap kemauan pasti ada syaratnya’’, tutur Batara Guru.
‘’Syaratnya apa pukulun?’’ tanya Bagong cepat-cepat. (*/den)
*Penulis lakon wayang Bagong Mbangun Desa alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan