Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemimpin Sombong Kuwalat, Lakon Wayang Bagong Mbangun Desa 4

Ki Damar • Jumat, 15 Agustus 2025 | 04:12 WIB
Tiga tokoh punakawan Bagong, Gareng, dan Petruk.
Tiga tokoh punakawan Bagong, Gareng, dan Petruk.

Lakon wayang Bagong Mbangun Desa oleh Ki Damar*

KAHYANGAN alang-alang kumitir adalah tempat yang sangat damai dan penuh keheningan. Tidak ada keributan.

Keindahan suralaya tak ada seberapanya. Karena lokasi itu merupakan sumber keindahan. Tempat bersemayam Sang Hyang Wenang.

'’Ada apa kau menghadap, Ismaya (nama lain Semar)?’’ tanya Sang Hyang Wenang.

‘’Aduh pukulun, apakah paduka tidak mengetahui yang sedang terjadi. Tidak mungkin cucumu ini harus memberi tahu karena kau maha tahu,’’ ujar Semar.

Sang Hyang Wenang tersenyum.

''Sebenarnya akulah yang memberi wangsit pada anakmu Bagong,'' ucapnya.

''Batara Guru sangatlah sombong, maka dia harus diberi pelajaran,'' lanjutnya.

Sang Hyang Wenang juga memberi wejangan kepada Semar.

Dia meminta Semar agar jangan punya sifat dengki akan sebuah darma berada di bumi.

''Takdir sudah tertulis, adikmu memang orang yang seenaknya saja dengan kekuasaan yang diperoleh. Aku akan menyatu pada diri Bagong, lihatlah dari kejauhan Semar!’’ tutur Sang Hyang Wenang.

Seketika, Sang Hyang Wenang hilang dari pandangan dan menyatu di dalam diri Bagong seorang rakyat kecil yang tak berdaya.

‘’Ayo, mana yang namanya dewa? Kenapa kau menghalangiku hem? Kalian penegak hukum berpihak ke siapa?'' tanya Bagong kepada pasukan Batara Guru yang diperintah menghalangi kedatangan punakawan itu ke kahyangan suralaya.

Batara Indra dan Batara Brama, pemimpin pasukan Batara Guru, merasa tersinggung.
‘’Kenapa aku harus memihakmu? Sepenting apa kalian hem?’’ kata Brama.

‘’Dasar dewa-dewa sombong,’’ ucap Bagong.
Sesaat setelah itu, mendadak Batara Brama dan Indra tersungkur.

‘’Oh yayi Indra, kenapa ini diriku tidak bisa bergerak?’’ kata Brama.

‘’Iya kakang pukulun, kenapa badanku juga lemas begini,’’ sahut Indra.

‘’Haha, kalian kualat dengan rakyat, mana Batara Guru?'’ teriak Bagong.

Batara guru datang dengan pusaka cundamanik, pusaka yang ditakuti para dewa. (*/den)

*Penulis lakon wayang Bagong Mbangun Desa alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Punakawan #brama #Lakon wayang #batara indra #Bagong Mbangun Desa #batara guru #semar #Bagong #Sang hyang wenang