Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Anoman Boyong 3, Perjalanan Angkuh Sengkuni Demi Rakyatnya

Ki Damar • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 02:40 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Anoman titisan Batara Bayu
Ilustrasi tokoh wayang Anoman titisan Batara Bayu

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

"Baiklah, kerahkan para prajurit dan Kurawa secukupnya untuk memboyong Anoman ke Astina," titah Prabu Duryudana. Semua yang hadir menerima perintah itu dengan serius.

Sengkuni pun menyiapkan Kurawa untuk berangkat ke Amarta, mencari tahu apakah Anoman benar-benar ada di sana. Dalam perjalanan, Sengkuni tak henti mengeluh.

"Bagaimana bisa kita, manusia yang kedudukannya lebih tinggi, malah meminta saran pada binatang rendahan seperti Anoman?" katanya dengan nada meremehkan kepada Dursasana.

Dursasana yang mendengarnya hanya tertawa.

"Haha, paman ini terlalu merendahkan hewan. Hewan itu lebih peka terhadap alam, paman. Mereka tahu betul keadaan alam. Kalau aku pikir, lebih baik seekor kera daripada manusia. Bagaimana tidak, kera meskipun mencari makan dengan serakah, tapi demi keluarga dan golongan mereka. Sedangkan manusia sekarang lebih mementingkan kepentingan pribadi. Bukankah lebih baik kera daripada manusia, haha!" Dursasana berkata sambil berjoget riang gembira menuju Amarta.

Setibanya di Amarta, Prabu Puntadewa menerima kedatangan Patih Sengkuni dan langsung menanyakan tentang keberadaan Anoman.

"Aduh, paman Sengkuni, maafkan kami. Kami juga sedang mencari Kakang Senggana untuk mencari solusi atas paceklik di negara Amarta ini," jawab Puntadewa dengan nada penyesalan.

"Wah, rupanya tidak hanya Astina yang dilanda krisis pangan, Amarta pun mengalami hal yang sama, hehe," Puntadewa tersenyum pahit.

Bima, yang sudah mendengar percakapan itu, segera berkata, "Hem, mbarep Kakangku, aku sudah tahu di mana Kakang Senggana atau Anoman berada."

Prabu Puntadewa menatap Bima dengan rasa penasaran. "Tak heran kau bisa tahu, karena kalian adalah tunggal kadang bayu. Lalu, di mana Kakang Anoman berada, yayi?"

Bima menjawab, "Dia sedang bertapa di Hutan Kamyaka. Aku akan kesana."

Prabu Puntadewa mengangguk. "Raden Bima, aku dan Kurawa akan ikut bersamamu."

Bima dan Kurawa pun segera menuju Hutan Kamyaka untuk mencari Anoman.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dursasana #kurawa #anoman #Lakon #wayang #Sengkuni