Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Otak Kegaduhan Ternyata si Patih Keparat, Lakon Wayang Abimanyu Dakwa 4

Ki Damar • Jumat, 29 Agustus 2025 | 03:08 WIB
Ilustrasi tokoh Abimanyu dalam lakon wayang Abimanyu Dakwa.
Ilustrasi tokoh Abimanyu dalam lakon wayang Abimanyu Dakwa.

Lakon Wayang Abimanyu Dakwa oleh Ki Damar*

ANTASENA menahan Antareja yang sudah menghajar sosok Kresna palsu. Ia meminta penjelasan sebelum mengambil keputusan.

“Cukup, Kakang Antareja. Kita interogasi dulu. Eyang, siapa yang menyuruhmu melakukan ini?” tanya Antasena.

Sosok itu akhirnya mengaku. “Aku disuruh Patih Astina, Adi Cuni (Sengkuni).”

Antasena geram. “Oh, Sengkuni si keparat! Begini saja, bila kau ingin diampuni nyawamu, maka kau harus bersaksi bahwa dirimu bersalah,'' ucapnya.

Pulihkan nama baik Abimanyu. Kini Paman Arjuna sedang marah. Jika kau tidak bertanggung jawab, jangan salahkan bila kau pulang ke pertapaan hanya tinggal nama!” lanjut Antasena.

Durna, bersama Antasena dan Antareja, segera menyusul Arjuna ke Madukara. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Bima.

“Wah, ini Bapa Durna bersama Antasena. Ada keperluan apa kalian menghentikanku?” tanya Bima dengan sorot tajam.

Antasena mendesak, “Hai, Durna! Jelaskan sekarang, kalau tidak kepalamu akan kupecahkan!”.

Durna menunduk. “Maafkan aku, Ngger. Sebenarnya Kresna di istana Amarta itu adalah aku yang menyamar,” ujarnya.

Bima terkejut. “Kenapa bisa begitu?”

“Aku dipaksa Patih Astina. Jika aku tidak melakukannya, hidupku diancam, bahkan Aswatama akan ditelantarkan. Aku takut anakku menderita, Ngger,” jelas Durna lirih.

Bima mendesak lagi, “Tapi kenapa harus Abimanyu yang difitnah?”

Durna pun menjawab, “Karena Abimanyu adalah satria yang banyak mendapat wahyu dan anugerah,'' jelasnya.

Hal itu menjadi penghalang bagi Kurawa untuk meraih kemuliaan. Maka mereka merencanakan untuk menyingkirkan Abimanyu,” lanjut Durna.

Mendengar pengakuan itu, Bima segera bergegas menyusul Arjuna sambil membawa Durna.

Sesampainya di Madukara, dia melihat Abimanyu sedang berbincang dengan ibunya, Dewi Subadra.

Bima juga mendapati Arjuna yang sudah dikuasai amarah.

Seketika itu, Arjuna menarik Abimanyu ke luar istana. “Dasar anak memalukan orang tua! Kau harus dihukum!” bentaknya.

Abimanyu yang tidak tahu apa-apa hanya bisa bertanya, “Salah saya apa, Kanjeng Rama?”

Subadra berusaha melindungi putranya.

“Ada apa ini, Pangeran Arjuna? Kenapa kau menghajar anakmu sendiri? Jika kau benar ingin melampiaskan marah, bunuhlah aku terlebih dahulu!” tutur Subadra.

Suasana pun memanas, dilema besar menanti keluarga Pandawa. (den)

*Penulis Lakon Wayang Abimanyu Dakwa alumnus ISI Surakarta.

Editor : Deni Kurniawan
#Jamus Kalimasada #Lakon wayang #Pandawa #abimanyu #Durna #Abimanyu Dakwa #Jimat Kalimasada #arjuna #Sengkuni #Amarta