Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Sadewa Krida 3, Didesak Pilih Rakyat atau Raja

Ki Damar • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 05:08 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Sadewa Krida.
Ilustrasi lakon wayang Sadewa Krida.

Lakon wayang Sadewa Krida oleh Ki Damar*

KETEGANGAN di istana Amarta semakin memuncak. Darmasarana yang sejak awal menegur Pandawa kini melontarkan pertanyaan yang membuat suasana semakin panas.

Arjuna, yang merasa tersinggung, langsung bicara. “Memangnya siapa kau berani memberi nasihat pada kami?” ujarnya dengan nada tinggi.

Nakula pun ikut menimpali, “Kami mempunyai semboyan tiji tibeh—mukti siji, mukti kabeh; mati siji, mati kabeh. Kami tidak akan pernah mengingkari janji kami. Kakak kami Puntadewa adalah raja kami, dan kami tidak akan meninggalkannya.”

Darmasarana menanggapi dengan tenang. “Benar, Raden Nakula. Janji setia pada saudara itu mulia. Namun, jangan lupa kalian ini pemimpin,'' ujarnya.

''Bagaimana bisa kebijakan publik ditunda hanya karena menunggu keluarga? Rakyat sudah resah dan berdemo. Pertanyaannya, lebih berat mana: kepentingan keluarga atau kepentingan rakyat?” lanjut Darmasarana.

Nakula tersenyum getir. “Haha, kau sungguh lancang berkata begitu. Meski rakyat harus kami pikirkan, jangan lupa bahwa keluarga yang kami tunggu adalah raja Amarta ini. Kedudukan Puntadewa ada di atas segalanya bagi kami.”

Darmasarana kembali mendesak, “Namun ingat, Raden. Rakyat sedang menunggu keputusan. Berapa lama lagi kalian akan menunggu Puntadewa?”

Bima, yang sejak awal sudah menahan amarah, akhirnya bersuara keras. “Diam kau! Jangan membuat kami terdesak. Kau ini bukan penyelamat rakyat, melainkan penjajah yang haus jabatan. Dengan dalih wangsit dewa, kau ingin merebut singgasana Amarta. Apakah itu juga menurutmu perbuatan baik, hai Darmasarana?”

Suasana pun kian panas. Pandawa merasa terpojok, sementara Darmasarana tetap teguh pada ucapannya. (den)

*Penulis lakon wayang Sadewa Krida alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Puntadewa #Sadewa Krida #Pandawa #sadewa #Amarta