Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bukan Rakyat, Ternyata Ketualah yang Bisa Mencopot DPR, Cerpen Terilhami Kisah Nyata

Deni Kurniawan • Senin, 1 September 2025 | 02:59 WIB
Sakat dan Sarban berbincang dalam cerpen yang terilhami dari kisah nyata tentang pencopotan DPR.
Sakat dan Sarban berbincang dalam cerpen yang terilhami dari kisah nyata tentang pencopotan DPR.

Cerpen Ternyata Ketualah yang Bisa Mencopot DPR oleh Deni Kurniawan*

JUMAT 29 Agustus 2025, kabar politik dari Jakarta menyambar seperti angin kencang ke pelosok desa.

Partai NasDem mencopot Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR, menurunkannya menjadi anggota Komisi I.

Belum genap dua hari, pada Minggu 31 Agustus 2025, kabar baru datang lagi. Bahwa, Sahroni dinonaktifkan sepenuhnya dari DPR.

Yang mana, surat penonaktifan Sahroni ditandatangani Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh.

Di lereng Gunung Lawu, Sakat mendengar berita itu dari radio butut di gubuk sawahnya.

Dia berhenti mencangkul, menarik napas panjang, lalu bersandar pada pematang.

Sarban, kawan seperjuangannya, datang memanggul cangkul di bahu kiri.

“Sahroni anggota dewan dicopot,” ujar Sakat lirih.

“Tapi bukan rakyat yang melakukannya. Partainya sendiri yang mencabut kursinya,” lanjut Sakat.

Sarban duduk di sampingnya, menyalakan sebatang rokok kretek sebungkus Rp 10 ribu.

“Itu dia, Kat. Aksi demo rakyat tak menghasilkan apa-apa. Dan sekarang, tanda tangan ketua partai bisa dengan mudah melengserkan orang dari dewan,'' kata Sarban.

''Yang punya kuasa tetap ketua. Rakyat seperti kita, yang katanya diwakili oleh para dewan itu, cuma jadi penonton,” sambung Sarban.

Keduanya terdiam menatap hamparan padi yang sebentar lagi menguning.

Angin sore mengibaskan daun-daun padi seperti gelombang.

“Bayangkan, kalau kita petani punya kekuatan seperti ketua partai,” kata Sakat.

Sarban terkekeh, tapi wajahnya menyimpan kekecewaan.

Matahari merayap turun di balik Gunung Lawu, meninggalkan langit jingga yang mengalirkan rasa pahit di dada keduanya.

Sakat menancapkan cangkul di tanah becek, lalu berbisik, seolah bicara pada tanah itu sendiri.

“Pencopotan wakil rakyat bukan karena kita, tapi karena ketua mereka. Tapi ingat, kalau petani bersatu, kita pun bisa mencopot siapa pun dari singgasana kekuasaannya. Bukan lewat sidang, bukan lewat partai, tapi lewat perut rakyat,”.

Sarban hanya mengangguk pelan, rokok di tangannya tinggal dua hisapan.

Di pematang yang lengang itu, keduanya sadar. Bahwa kekuatan sejati bukan di gedung parlemen, tapi di tanah sawah tempat mereka menanam kehidupan. (den)

*Penulis cerpen Ternyata Ketualah yang Bisa Mencopot DPR adalah redaktur Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#sarban #Penonaktifan #cerpen #Sakat #dpr #kisah nyata #Sahroni #petani #gunung lawu