Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Dwarawati Lurug 1: Kenapa Aku Setega Ini Membunuh Adikku?

Ki Damar • Jumat, 12 September 2025 | 03:23 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Dwarawati Lurug.
Ilustrasi lakon wayang Dwarawati Lurug.

Lakon wayang Dwarawati Lurug oleh Ki Damar*

DI Kerajaan Trajutrisna, suasana mendadak mencekam. Patih Pancatnyana mendapati rajanya, Prabu Sitija, tengah bersimpuh di tanah, bersimbah darah.

Darah itu ternyata milik sang adik, Raden Samba, yang baru saja tewas di tangannya.

Dengan wajah pucat, Sitija meratap.

“Kenapa aku setega ini membunuh adikku? Seburuk inikah aku? Hanya karena seorang wanita, aku membunuh saudara-saudaraku, bahkan menghancurkan makam leluhurku!”

Ia memeluk jasad Samba erat-erat. Getaran suaranya memecah keheningan malam.

 

Tak jauh dari situ, Dewi Hagnyanawati, istri Prabu Sitija, menyuarakan perasaannya yang selama ini terpendam.

“Sungguh kejam kau, Prabu Sitija! Hatiku tak pernah bisa simpatik padamu. Kau raja yang kehilangan akal sehat, kemanusiaanmu telah mati!”.

Hagnyanawati kemudian mengakui bahwa hatinya memang lebih memilih Samba, adik iparnya. Baginya, Samba adalah lelaki yang pantas untuk dicintai.

Mendengar pengakuan itu, Sitija berdiri dengan sorot mata merah.

“Ini semua karena kau, Hagnyanawati! Bila kau mencintaiku, semua ini takkan terjadi. Tidak! Andai saja aku tidak mengenalmu, takkan ada malapetaka seperti ini!” 

Dewi Hagnyanawati menatapnya sinis. “Apakah kau menyesal, suamiku?”

Sitija mengangguk dengan getir.

“Aku menyesalinya sampai mati. Karena kau, aku berdosa pada semua orang. Rama Prabu Kresna pasti murka, Uwak Mandura pun begitu. Wanita... kalian ibarat godaan setan yang menyeretku pada kehancuran.”

Suasana pun membeku, menjadi awal dari Duwarawati Lurug—perang batin yang akan berlanjut menjadi perang sesungguhnya. (*/den)

*Penulis lakon wayang Dwarawati Lurug alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Dwarawati Lurug #sitija #Lakon wayang #kisah #wayang kulit #Kresna #Hagnyanawati #Samba #Cerita Wayang