Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Kunti Mbabar 4, Perang Baratayudha Tak Memberi Kemenangan Sejati

Ki Damar • Selasa, 23 September 2025 | 03:35 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Kunti
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Kunti

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Bibi, dengarkan,” ucap Kresna lembut.

“Tidak ada bencana tanpa hikmah. Ora ana kamulyan tanpa pacoban. Orang sakit kadang harus minum obat pahit; meski berat, itu demi kebaikan. Begitu pula hidup manusia, pelajaran bisa datang dari pengalaman sendiri maupun dari pengalaman orang lain.”

Kunti menarik napas panjang.

Baca Juga: Auto Nostalgia! Simak Panduan Lengkap Membuat Foto Polaroid Bareng Versi Kecilmu Pakai Google Gemini AI

“Artinya, kesedihan dan cobaan ini akan tercatat sebagai sejarah—hukuman bagi seorang ibu yang membuang anaknya. Begitu, kan?”

“Tidak sekasar itu, Bibi,” jawab Kresna. “Orang yang berpikiran sempit mungkin berkata demikian. Namun bagi mereka yang berhati luas, ujian adalah bentuk keadilan Tuhan. Orang baik diuji, orang jahat pun diuji. Semua manusia punya jalan ujiannya masing-masing.”

“Apakah ada cara agar Basukarna tidak ikut perang?” tanya Kunti dengan suara bergetar.

Baca Juga: Potret Wajah Diubah Jadi Ukiran Daun Kering dengan Gemini AI, Mirip Karya Seni Nyata

“Aku akan mencoba menemui Yayi Basukarna dan memintanya berdiri bersama Pandawa,” jawab Kresna.

“Semoga itu menenangkan hati Bibi. Namun aku tidak bisa berjanji, sebab takdir manusia tak seorang pun tahu. Kita hanya bisa berusaha. Bibi berdoalah agar segalanya berjalan lancar. Yang pasti, perang tak bisa dihindari. Bibi harus siap menerima kemungkinan apa pun.”

Kunti terdiam sejenak, lalu berkata lirih, “Aku tahu, Kresna. Keadilan pasti ditegakkan. Kurawa akan kehilangan, Pandawa juga akan kehilangan. Sungguh, perang ini tidak akan menghasilkan kemenangan. Karena pada akhirnya, kedua belah pihak merasakan kesedihan. Bagiku, kemenangan hanyalah kebohongan. Tidak ada kemenangan di atas penderitaan orang lain. Yang ada hanyalah manusia tamak, mendeklarasikan diri unggul, padahal sejatinya mereka kalah… kalah oleh hawa nafsunya sendiri.”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #kunti #Kresna #Baratayudha #Lakon #wayang