Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Petruk Kembar 5/Habis: Kembali Menuntut Ganti Rugi

Ki Damar • Jumat, 26 September 2025 | 03:25 WIB
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar.
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar.

Lakon wayang Petruk Kembar oleh Ki Damar* 

MATA Petruk terbelalak saat melihat sosok yang memeluk tiang keraton memiliki wajah sama persis dengannya.

“Wah, gila! Itu wajahnya sama dengan diriku, Pak!” kata Petruk yang datang bersama Arjuna di istana Astina.

Semar segera menggunakan mata batinnya untuk melihat siapa sosok tersebut. Dengan suara tegas, dia memperingatkan.

“Cepat kembalikan wujudmu! Kalau tidak, aku bisa melumpuhkanmu sekarang juga!” Semar menggertak.

Seketika sosok itu berubah wujud, menampakkan diri sebagai Anoman.

Petruk kaget sekaligus heran.

“Lho, Anoman! Kenapa sampai menyamar jadi aku?” tanya Petruk.

Anoman pun menjelaskan alasannya.

“Maafkan aku, Truk. Aku sudah muak melihat kelakuan mereka. Kalau ini zaman Ramayana, mungkin sudah kubakar Astina seperti dulu membakar Alengka. Mereka perlu peringatan!” jelas Anoman.

Namun Semar segera menegur.

“Cara itu salah. Masanya belum tiba. Kurawa memang akan mendapat ganjarannya, tapi bukan engkau yang berhak menghakimi,” ujarnya.

Anoman menunduk, “Ampun, Kyai Semar,”.

Petruk yang babak belur menuntut ganti rugi, membuat suasana semakin cair.

Anoman akhirnya menawarkan diri untuk merawat Petruk.

Namun, Semar menyadari bahaya jika keberadaan Anoman diketahui Kurawa.

“Kita harus segera pergi. Jika Duryudana tahu Anoman ada di sini, mereka akan menuduh Pandawa sedang merencanakan kudeta,” ungkap Semar.

Dengan kekuatan Semar, mereka semua menghilang dan muncul di Amarta.

Sementara itu, Duryudana yang tidak tahu kebenarannya semakin curiga dan dendamnya terhadap Pandawa semakin membara. (*/den)

*Penulis lakon wayang kulit Petruk Kembar alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#astina #Petruk Kembar #wayang kulit #arjuna #anoman #semar #Lakon #wayang #petruk