Lakon wayang Wahyu Ayam Cemani oleh Ki Damar*
PETRUK akhirnya tiba di istana Amarta dengan santai.
Petruk berkata sambil tertawa:
“Ya maklum, sebelum menghadap raja aku harus mandi biar wangi, makan biar kuat!”
Setyaki yang sudah lama menunggu merasa kesal.
“Kau ini bikin kami gelisah! Kalau sampai Kresna tidak tertolong, aku hajar kau sampai matamu jadi satu!”
Petruk hanya cengengesan.
Dengan nada santai, Petruk mengungkapkan bahwa ia sudah memahami teka-teki wangsit sang ayah.
“Soal sangkar burung yang terbuka dan burung yang terbang entah ke mana, aku sudah tahu maksudnya.”
Namun Petruk menolak menjelaskan lebih jauh kepada siapapun.
“Ini tugas yang hanya bisa aku jalankan. Tanggung jawab ini ada padaku,” kata Petruk mantap.
Setyaki kembali menegaskan apakah Petruk yakin dengan kesimpulannya.
Petruk tersenyum dan berkata:
“Tenang saja, sebelum sore nanti Prabu Kresna akan duduk di singgasananya lagi, sehat seperti sedia kala.”
Ucapan itu membuat Pandawa lega sekaligus semakin penasaran. (*/den)
*Penulis lakon wayang kulit Wahyu Ayam Cemani alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan