Tokoh wayang oleh Ki Damar*
ARJUNA dikenal sebagai satria Pandawa yang memiliki potensi besar dalam ilmu memanah.
Bakat ini bukanlah hal yang aneh, sebab sejak kecil ia sudah haus akan ilmu dan rajin berlatih.
Sejak awal, kemampuan kanuragan dan memanahnya diperoleh dari sang ayah, Prabu Pandu Dewanata, raja Astina.
Pandu sendiri adalah ksatria sakti yang pernah diutus para dewa untuk menaklukkan Prabu Nagapaya saat usianya baru sebelas tahun.
Tak hanya dari sang ayah, kekuatan Arjuna juga berasal dari garis keturunannya.
Ia adalah cucu Begawan Abiyasa, seorang brahmana sakti yang sering memberi wejangan dan kawruh kehidupan.
Dari sisi lain, Arjuna juga kerap menerima petuah dari Resi Bisma, maha resi yang sangat dihormati karena keilmuannya.
Lebih dari itu, Pandawa dan Kurawa mendapat guru khusus dalam ilmu perang, yakni Begawan Durna, murid dari Rama Bargawa.
Namun, justru Arjuna atau Janaka yang paling cepat menyerap ilmunya.
Durna bahkan bangga memiliki murid sehebat Arjuna, berbeda dengan Kurawa yang kerap membuat gaduh dalam pelajaran.
Arjuna selalu memperhatikan setiap ajaran gurunya, terutama strategi perang dan olah krida. Itulah sebabnya ia selalu unggul dalam pertempuran.
Didikan dari para tokoh besar mulai Prabu Pandu, Begawan Abiyasa, Resi Bisma, hingga Begawan Durna, membentuk sebuah kesaktian luar biasa Arjuna.
Yakni, sebagai satria yang tidak hanya mahir memanah, tetapi juga cerdas membaca strategi perang. (*/den)
*Penulis tokoh wayang kulit alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan