Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Selayang Pandang Arjuna Wayang 3: Saat si Tokoh Rupawan Gelap Hati

Ki Damar • Kamis, 2 Oktober 2025 | 03:27 WIB

 

Tokoh wayang kulit Arjuna.
Tokoh wayang kulit Arjuna.

Tokoh wayang oleh Ki Damar*

Arjuna selama ini dikenal sebagai satria Pandawa yang baik hati dan lemah lembut.

Namun, di balik sosoknya yang populer sebagai ksatria pemanah, ada sisi lain yang jarang dibicarakan.

Yakni, ia tidak suka jika ada satria lain yang mengungguli kemampuannya.

Kisah ini bermula ketika Begawan Durna, guru perang terkenal dari pertapaan Sokalima, menolak menerima Prabu Ekalaya atau Palgunadi, raja Paranggelung, sebagai murid.

Alasannya, Durna sudah bersumpah hanya akan mengajar putra kerajaan Astina atau trah Barata. Penolakan ini melukai hati Palgunadi.

Meski kecewa, Palgunadi tak menyerah. Ia membuat patung Durna di dalam sebuah goa dan berlatih keras setiap hari seolah mendapat bimbingan langsung.

Dari latihan fanatik itu, lahirlah seorang satria hebat yang kekuatannya bahkan melebihi banyak murid resmi Durna.

Pertemuan tak terduga terjadi di sebuah hutan, ketika Arjuna bertemu Palgunadi. Tantangan pun dilontarkan.

Pertarungan singkat membuktikan, Palgunadi lebih unggul dan Arjuna kalah. Kekalahan ini membuat Arjuna murka.

Ia menuntut Durna untuk bertanggung jawab, karena merasa dikhianati: Durna berjanji hanya Arjuna yang menjadi murid paling sakti.

Durna akhirnya menemui Palgunadi dan mendesaknya untuk membuka rahasia kelemahannya.

Dengan polos, Palgunadi menyebut jempol tangan kanannya adalah sumber kekuatan karena di dalamnya tersimpan mustika Ampal.

Atas desakan Arjuna, Durna memerintahkan Palgunadi memotong jempolnya sendiri. Tanpa ibu jari, Palgunadi kehilangan kemampuan memanah dan akhirnya tewas.

Sejak saat itu, Arjuna bukan hanya memiliki ibu jari aslinya, tetapi juga ibu jari Palgunadi.

Kisah ini menambah mistik pada legenda Arjuna sebagai satria tak tertandingi di medan perang, sekaligus menyingkap sisi gelapnya yang jarang disebut: tak rela disaingi, bahkan harus dengan mengorbankan satria lain. (*/den)

*Penulis tokoh wayang kulit alumnus ISI Surakarta

 

 

Editor : Deni Kurniawan
#Pandawa #sisi lain #wayang kulit #Tokoh #arjuna #wayang