Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perjalanan Hidup Narayana: Menolak Tahta yang Diberikan Cuma-Cuma, Taklukkan Lawan dengan Usaha

Ki Damar • Jumat, 3 Oktober 2025 | 01:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

Narayana adalah putra Prabu Basudewa dari Kerajaan Mandura dengan Dewi Mahendra. Ia merupakan adik Prabu Baladewa, meski berbeda ibu.

Sejak kecil, Narayana dikenal memiliki kecerdasan dan kecerdikan yang menonjol dibanding kakaknya.

Jika Baladewa atau Raden Kakrasana (nama mudanya) berwatak keras dan tegas, Narayana justru berjiwa lembut dan bijaksana.

Saat Kakrasana diwisuda menjadi raja di Mandura menggantikan tahta ayahnya, Narayana ditawari tanah Bumi Banjar Patoman sebagai bentuk penghormatan.

Namun, Narayana menolak dengan tegas.

Bagi dirinya, kemuliaan tidak pantas diperoleh hanya dari pemberian. Prinsipnya, keutamaan hanya lahir dari usaha dan perjuangan sendiri.

Narayana kemudian memilih bertapa memohon petunjuk para dewa. Hingga akhirnya, Dewa memberi jalan.

Bila ingin hidup sejahtera dan berkuasa, ia harus mampu menaklukkan Prabu Yudhakalakresna beserta patihnya, Kudakalakresna, dari Kerajaan Dwaraka.

Dengan semangat, Narayana mengajak saudaranya, Udawa, untuk berjuang bersama.

Berkat kerja sama keduanya, mereka berhasil menumbangkan Prabu Yudhakalakresna dan Patih Kudakalakresna.

Atas keberhasilan itu, Narayana diwisuda Batara Guru jadi raja di Kerajaan Dwaraka. Namanya kemudian berganti menjadi Prabu Sri Batara Kresna, sedangkan Udawa diangkat jadi patihnya.

Kerajaan Dwaraka pun berubah nama menjadi Negara Dwarawati, awal mula kejayaan Kresna sebagai raja besar yang arif dan cerdik.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#narayana #Pandawa #Kresna #Tokoh #wayang #batara