Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
Masa muda Narayana, yang kelak dikenal sebagai Prabu Sri Batara Kresna, diwarnai dengan pengembaraan mencari kaweruh atau ilmu pengetahuan dan kesaktian.
Jiwa petualangnya membuat Narayana tak segan berguru kepada siapa saja demi menambah ilmu kanuragan yang kelak berguna dalam menjalankan tugas besar di dunia.
Dalam pengembaraan itu, Narayana selalu ditemani oleh Raden Udawa, saudara yang setia mendampingi ke mana pun ia pergi.
Meski dalam hati Udawa sering menggerutu, bujukan halus Narayana tentang kemuliaan dan kehidupan yang lebih layak membuatnya tetap setia mendampingi.
Baca Juga: 17 Ribu Kendaraan Pelat Merah di Jatim Menunggak Pajak
Hingga akhirnya, mereka berjumpa dengan seorang pandita kharismatik dari Pertapaan Untarayana bernama Begawan Padmanaba.
Sejak pertama bertemu, Narayana begitu takjub dan hormat akan wibawa sang pandita.
Padmanaba, yang mengetahui bahwa Narayana adalah titisan Hyang Wisnu, rela mewariskan berbagai ilmu dan kesaktian hebat kepadanya.
Ilmu-ilmu itu antara lain kembang wijaya kusuma, yang mampu mengobati segala penyakit bahkan menghidupkan orang mati, panah kesawa, serta senjata legendaris cakra.
Tak hanya itu, Narayana juga menerima ajian Balasewu, yang dapat membuat dirinya menjelma menjadi raksasa setinggi gunung.
Begawan Padmanaba juga mengajarkan ilmu kaweruh Hastabrata, ajaran luhur tentang kepemimpinan yang mencontoh sifat delapan dewa.
Sebelum perpisahan, Padmanaba berpesan bahwa ajaran Hastabrata itu wajib diwariskan kepada Arjuna, karena ketika Arjuna sempat berguru, ia lupa menyampaikan ilmu tersebut.
Artinya, Arjuna kelak menjadi kakak seperguruan Narayana.
Dengan bekal ilmu dan senjata dari Begawan Padmanaba inilah, Narayana tumbuh menjadi sosok satria yang tiada tanding dalam kanuragan sekaligus bijaksana dalam memimpin.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani