Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar
Rama Bargawa, atau dikenal juga sebagai Rama Parasu, adalah tokoh penting dalam jagat wayang purwa.
Ia merupakan sosok lintas epos yang muncul dalam kisah Ramayana maupun Mahabharata.
Dikenal sebagai brahmana sakti mandraguna, Rama Bargawa bertekad mengguncang tatanan dunia dengan menentang para ksatria yang diagung-agungkan pada masanya.
Bertahun-tahun ia mengembara, menjelajahi berbagai negeri hanya untuk mencari alasan berperang melawan ksatria.
Dengan kesaktiannya, ia menebar maut bagi siapa pun dari golongan ksatria yang ditemuinya.
Nama “Rama Bargawa” berasal dari garis keturunannya, yakni Maharesi Bregu, seorang resi termasyhur.
Sementara gelar Rama Parasu disematkan karena senjata andalannya adalah sebilah kapak sakti (parasu berarti kapak).
Dengan kapak itulah ia pernah membunuh ibunya sendiri, sebuah tindakan tragis yang melambangkan kedalaman dendam dan kebingungan batinnya.
Rama Bargawa hidup sebagai brahmacarya, tak pernah menikah sepanjang hidupnya, dan tidak meninggalkan keturunan.
Kebenciannya terhadap ksatria berakar dari masa lalu kelam.
Ibunya dijadikan pemuas nafsu oleh seorang bangsawan dari Maespati.
Dendam itu membuatnya bersumpah untuk membantai setiap ksatria yang dijumpainya.
Rama Bargawa pun menjelma menjadi sosok satria berdarah dingin yang ditakuti sekaligus dihormati karena kekuatannya yang tiada tanding.
Namun, pada akhirnya, hatinya luluh setelah bertemu dengan Prabu Ramawijaya.
Pertemuan itu membuat Rama Bargawa tersadar akan dosa dan murka yang selama ini menuntunnya.
Sebagai penebusan, ia berjanji menurunkan ilmu kanuragan dan kebatinan kepada ksatria yang dianggap layak menerimanya.
Tidak semua mampu menjadi murid Rama Bargawa. Bukan karena ia pilih kasih, melainkan karena kekuatan dan ilmu yang diajarkannya terlalu tinggi bagi mereka yang belum siap.
Banyak yang tewas di tengah jalan pembelajaran. Sebab itu, hanya satria sejati yang berani menempuh laku untuk menimba ilmu dari sang guru berdarah dingin ini.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani