Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Drupada Tewas di Tangan Seperguruannya, Durna: Pertarungan Dua Murid Rama Bargawa

Ki Damar • Minggu, 5 Oktober 2025 | 02:40 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Drupada
Ilustrasi tokoh wayang Drupada

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar

Prabu Drupada, yang pada masa mudanya bernama Arya Sucitra, merupakan putra Arya Dupara dari Hargajambangan dan keturunan ketujuh dari Batara Brahma.

Ia dikenal sebagai raja Pancala yang bijak dan berilmu tinggi. Namun, di balik kebijaksanaannya tersimpan kisah pilu. Ia tewas di tangan seperguruannya sendiri, Resi Durna.

Di masa muda, Arya Sucitra dan Bambang Kumbayana (yang kelak bergelar Resi Durna) pernah menimba ilmu pada guru yang sama, yakni Resi Baratmadya.

Mereka bersahabat akrab dan bersaudara seperguruan.

Namun, persaudaraan itu berubah menjadi permusuhan abadi akibat luka batin dan kesalahpahaman yang berakar dari kehormatan dan harga diri.

Saat Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala, Kumbayana datang untuk memberi restu kepada sahabat lamanya itu.

Namun, niat baik itu berbuah nista. Ia dicegah oleh Raden Gandamana, pengawal kerajaan, yang menganggap Kumbayana tak layak bertemu sang raja.

Merasa dihina dan dipermalukan, Kumbayana murka. Ia menghujat Drupada di hadapan banyak orang. Tindakan itu menyinggung martabat raja dan bangsanya.

Raden Gandamana pun naik pitam, menghajar Kumbayana hingga cacat tubuhnya.

Sejak saat itu, Kumbayana berubah menjadi Durna, seorang brahmana dingin yang menyimpan dendam mendalam terhadap Drupada.

Dendam itu ia pendam bertahun-tahun, sampai akhirnya meledak dalam Perang Baratayudha. Takdir mempertemukan kembali dua murid Rama Bargawa di medan laga.

Pertarungan Durna dan Drupada menjadi sorotan kahyangan.

Dua murid utama Rama Bargawa kini saling menumpahkan darah, seolah menodai ajaran sang guru.

Di kahyangan, Rama Bargawa menatap dari kejauhan dengan rasa sesal. Ia bertanya dalam hati, “Apakah ini buah dari ajaran yang kutanam dahulu? Apakah ini karmaku?”

Namun penyesalan itu datang terlambat. Dalam duel maut di tengah debu Kurusetra, Durna berhasil menebas kepala Drupada. Sang raja Pancala gugur di tangan seperguruannya sendiri.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Durna #Rama Bargawa #Tokoh #drupada #wayang