Lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu oleh Ki Damar*
SENGKUNI tiba di Glagah Tinunu dengan maksud tak suci.
Yakni, menaburkan keraguan dan mengadu domba.
Dia berbicara pelan kepada Raden Brajadenta.
Niatnya, menyinggung soal warisan tahta Pringgondani.
“Apakah kau lupa siapa pewaris sebenarnya?” bisiknya.
Brajadenta yang polos dan lugu mencoba memahami maksud patih Astina itu.
Sengkuni mengingatkan kematian Prabu Tremboko.
Serta, tentang siapa yang bertanggung jawab.
Dia menanamkan keraguan, mengapa takhta dibiarkan kosong dan diwariskan kepada garis keturunan perempuan?
Dengan nada lembut namun berbahaya, Sengkuni mulai mengajak Brajadenta mempertanyakan hak Arimbi (kakak perempuan Brajadenta) dan anaknya yang menjadi pewaris kerajaan. (*/den)
*Penulis lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan