Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ampak Ampak Glagah Tinunu 2: Merajut Narasi Bahwa Raja Harus Laki-laki

Ki Damar • Selasa, 7 Oktober 2025 | 03:35 WIB
Ilustrasi lakon wayang Ampak-ampak Glagah Tinunu.
Ilustrasi lakon wayang Ampak-ampak Glagah Tinunu.

Lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu oleh Ki Damar*

SENGKUNI merajut narasi bahwa raja haruslah laki-laki.

Seorang putri tidak layak memerintah.

Dia menanamkan rasa ketidakadilan kepada Brajadenta.

“Keturunan pembunuh leluhur tak semestinya memerintah negeri kita,” ujar Sengkuni.

Argumennya mengarah pada satu tuntutan.

Yakni, mengklaim kembali tahta Pringgondani demi kemuliaan kaum lelaki.

Brajadenta, yang selama ini dipinggirkan, mulai goyah.

Rasa marah tumbuh terhadap apa yang dianggapnya penaklukan.

Bahwa Gatotkaca, keturunan Pandawa, akan diwisuda sebagai raja.

Padahal dalam benak Brajadenta, darah Tremboko (Ayah sekaligus raja sebelumnya) mengalir di nadinya.

Sengkuni menyemai harapan. Dukungan Astina atau Kurawa bisa membantunya merebut kembali hak itu. (*/den)

*Penulis lakon wayang Ampak-ampak Glagah Tinunu alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Ampak Ampak Glagah Tinunu #Gatotkaca #Lakon #wayang #Brajadenta #Sengkuni