Lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu oleh Ki Damar*
KETIKA kabar wisuda raja Pringgondani menjelang, Kalabendana, adik bungsu Brajadenta, datang mengabarkan berita itu dengan gembira.
Sikap polos dan dukungan Kalabendana terhadap penobatan membuat Brajadenta murka.
Gelas dilempar, berserakan. Suasana menjadi hening.
Kalabendana tak mengerti alasan kemarahan kakaknya.
Dia percaya pada wasiat Arimba dan merasa penobatan adalah pemenuhan kehendak leluhur.
Di tengah sengketa, Sengkuni terlihat di antara mereka.
Sebuah bukti adanya upaya manipulasi yang membuat konflik semakin panas.
Brajadenta mulai kehilangan kendali.
Dia memperingatkan Kalabendana, ancaman yang mengerikan terdengar.
Kalabendana yang merasa takut lalu berlari melapor ke istana Pringgondani. (*/den)
*Penulis lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan