Lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu oleh Ki Damar*
BRAJADENTA mempertanyakan legitimasi penunjukan Gatotkaca.
Sengkuni menyingkap kelemahan sejarah.
Bahwa, wasiat raja bisa dilawan melalui musyawarah bila mendapat sedikit pendukung.
Dia menghasut bahwa kebenaran bukan selalu ditentukan jumlah pendukung.
Melainkan keberanian menegakkan wasiat yang benar.
Rasa takut Brajadenta muncul.
Sebab, Gatutkaca adalah satria sakti, pewaris kehebatan Pandawa.
Namun, Sengkuni menenangkan.
Darah Tremboko mengalir juga pada Gatotkaca.
Kekuatan terpendam Brajadenta mungkin bangkit bila dia berani bertindak.
Janji dukungan politik dari Astina atau Kurawa menguatkan tekadnya. (*/den)
*Penulis lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan