Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ketika Masa Bukan Lagi Era Kita, Banyak Buah Matang Sempurna di Pohon

Deni Kurniawan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 04:45 WIB
Lukisan seorang anak yang senang mendapat seikat rambutan seperti tokoh Sakat dalam cerpen ini.
Lukisan seorang anak yang senang mendapat seikat rambutan seperti tokoh Sakat dalam cerpen ini.

Sebuah cerpen oleh Deni Kurniawan*

DUA putra Sakat asyik bercengkrama. Duduk berdampingan di kursi. Mata tak lepas dari layar sebuah smartphone.

Dada dan kepala si ayah campur aduk isinya. Bahagia melihat anak-anaknya. Tapi, juga nelangsa.

Sakat tak bisa berbuat banyak. Sebab, masa kini bukan lagi era 90. Bahkan, sudah lewat periode generasi milenial.

Dia cuma bisa mengingatkan agar dua balita buah hatinya itu agar tidak terlampau dekat menatap gadget.

Pun, mengarahkan jenis tontonan khusus anak-anak.

Dalam benaknya, tiba-tiba berkelebat kenangan masa kecil.

Waktu ketika kampung masih riuh oleh tawa anak-anak, bukan sunyi karena sibuk menatap layar.

Di antara ingatan yang paling kuat adalah saat musim rambutan tiba.

Pohon rambutan Pak Mardi yang menjulang tinggi di ujung gang selalu jadi sasaran.

Bersama kawan-kawan sebaya, Sakat mengendap-endap nyaris tiap sore hari.

Pura-pura bermain kelereng, padahal menunggu saat yang pas untuk memanjat.

"Eh, cepat! Ambil yang merah itu!" bisik seorang temannya.

Sakat, yang paling cekatan memanjat, langsung meraih dahan.

Tangan kecilnya lincah memetik buah, lalu dilempar ke bawah, ditangkap oleh kawan-kawan yang sudah siap dengan baju dibeber sebagai wadah.

Tentu saja aksi itu tak selalu mulus. Pernah suatu kali Pak Mardi keluar rumah dengan sapu lidi di tangan.

Anak-anak bubar tunggang langgang. Termasuk Sakat yang seolah terbang dari atas pohon saking paniknya.

Tapi, semua itu justru menjadi bumbu kenangan indah.

Sakat tersenyum getir mengingatnya.

"Dulu, rebutan buah rambutan saja sudah bikin hati riang," batinnya.

Berbeda jauh dengan anak-anaknya kini yang merasa gembira jika ada sinyal dan kuota. (*)

*Penulis cerpen redaktur Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#gadget #cerpen #jawa pos #generasi #Deni Kurniawan #anak #radar madiun #milenial #90 an