Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
Amarah Prabu Kirmira tak lagi bisa dibendung. Setelah mendengar pengakuan Togog tentang kematian ayahandanya, Prabu Kala Pracona, sang raja langsung berdiri dan berteriak lantang:
“Cukup, diam kau Togog! Semua bersiap! Berangkat ke Pringgondani, serang mereka!”
Pasukan Negara Gua Barong pun berangkat tanpa berpikir panjang. Mereka tidak tahu betapa kuatnya benteng pertahanan Negara Pringgondani, tempat Prabu Anom Gatotkaca berkuasa.
Namun sayang, saat serangan datang, Gatotkaca tidak sedang berada di keraton. Hal itu membuat Patih Prabakesa kebingungan memimpin perlawanan.
Kekacauan di Pringgondani: Gatotkaca Tak di Tempat
Patih Prabakesa panik dan segera memanggil Brajamusti, panglima yang setia kepada kerajaan.
“Bagaimana ini, Brajamusti? Kita diserang Gua Barong, sedangkan anak prabu tak ada di keraton!”
Brajamusti menenangkan dirinya.
“Kita harus bertahan, sambil menunggu keponakan kita, Gatotkaca, kembali.”
Prabakesa gelisah. “Tapi sampai kapan? Tanpa titah raja, setiap tindakan bisa dianggap melangkahi kebijakannya.”
Brajamusti mengangguk pelan.
“Baiklah, aku akan mencari Prabu Gatotkaca. Aku akan gunakan ajian Penggandan untuk mencium aroma keberadaannya.”
Ia pun segera berlari menembus hutan dan lembah, mengikuti jejak gaib aroma sang raja muda.
Pertemuan di Tengah Jalan: Kresna dan Werkudara Muncul
Di tengah perjalanan, Brajamusti berpapasan dengan Sri Kresna dan Werkudara (Bima).
Kresna bertanya,
“Kenapa kau berlari-lari, Brajamusti?”
Brajamusti menunduk hormat, lalu menjawab dengan napas terengah.
“Waduh, ketiwasan Kakang Mas! Negara Pringgondani diserang kerajaan Gua Barong oleh Prabu Kirmira. Aku sedang menggunakan ajian Penggandan untuk mencari Sang Prabu Gatotkaca.”
Bima tercengang. “Wah, Gatotkaca belum kembali ke keraton?”
Kresna tersenyum tipis dan berkata dengan nada lembut tapi tegas.
“Mirip bapaknya dulu. Setiap pergi tak pernah pamit, dan yang mencari selalu kebingungan. Brajamusti, kembalilah ke Pringgondani. Bila kami ikut turun tangan sekarang, itu tak baik. Ini urusan kerajaanmu. Kami tidak boleh melangkahi wewenang Gatotkaca. Meskipun dia keponakanku, aku tetap menghargainya sebagai raja.”
Langit Membuka Jalan: Kedatangan Raja Dwarawati
Kresna dan Bima pun memutuskan untuk mencari Gatotkaca sendiri.
Tiba-tiba, cahaya menyilaukan muncul dari langit. Seorang raja turun dengan aura kemilau.
Brajamusti menatap heran, lalu bertanya,
“Siapa kau ini, Sang Prabu, datang turun dari langit?”
Kresna menjawab dengan tenang. “Aku Prabu Kresna, raja Dwarawati. Aku datang bukan untuk merebut perang, tapi untuk mencari sang ksatria muda yang akan menentukan takdir peperangan ini.”
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani